Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Melalui Seminar, BEM UMMAD Kenalkan Kepemimpinan Humanis kepada Gen Z

Iklan Landscape Smamda
Melalui Seminar, BEM UMMAD Kenalkan Kepemimpinan Humanis kepada Gen Z
Pelaksanaan seminar Kepemimpinan Humanis oleh BEM UMMAD di lantai 2 ICM Kota Madiun, Sabtu, 22 November 2025. Foto: Humas Ummad/PWMU.CO
pwmu.co -

Upaya mengenalkan kepemimpinan humanis kepada mahasiswa yang merupakan bagian dari Generasi Z dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Madiun (BEM UMMAD).

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui Seminar Kepemimpinan Humanis bertema Mengintegrasikan Kecerdasan Emosional dalam Pengambilan Keputusan. Seminar ini menghadirkan Labud Nahnu Najib dari Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Madiun sebagai narasumber dan dilaksanakan di aula lantai 3 Islamic Center Madiun (ICM), Sabtu (22/11/2025).

Ketua BEM UMMAD, Maikel Jeksen, menuturkan bahwa seminar kepemimpinan humanis sengaja diperkenalkan kepada mahasiswa UMMAD yang notabene merupakan bagian dari Gen Z.

“Hal ini penting dilakukan karena mahasiswa Gen Z perlu memahami kepemimpinan dalam organisasi. Karena itu, dalam rapat kami sepakat untuk menggelar seminar kepemimpinan yang humanis,” jelas Maikel.

Ia menambahkan, hasil pelaksanaan seminar tergolong baik. Panitia menargetkan 150 peserta dan jumlah yang hadir memenuhi kapasitas tempat duduk yang tersedia.

“Peserta cukup aktif selama seminar berlangsung. Saat diminta menjawab, mereka merespons, dan ketika diberi kesempatan bertanya, mereka juga memanfaatkannya,” ujar mahasiswa Prodi Ilmu Aktuaria tersebut.

Terkait materi, Maikel menyampaikan bahwa selain membahas konsep kepemimpinan humanis, pemateri juga mengulas teori-teori kepemimpinan dari tokoh psikologi humanistik seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers.

“Materi juga membahas bagaimana menjalankan organisasi serta gambaran dunia kerja di masa depan dan dampaknya bagi Gen Z,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Labud Nahnu Najib menjelaskan bahwa kepemimpinan humanis menempatkan manusia sebagai pusat orientasi organisasi.

“Manusia tidak hanya diposisikan sebagai tenaga kerja, tetapi sebagai individu yang memiliki nilai dan emosi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kecerdasan emosional bagi seorang pemimpin. Menurutnya, kecerdasan emosional memberikan kemampuan untuk memahami, mengelola, dan memanfaatkan emosi secara konstruktif.

“Dengan menggabungkan kepemimpinan humanis dan kecerdasan emosional, keputusan yang diambil akan menjadi lebih bijaksana dan berpihak pada kemanusiaan,” pungkas Labud. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu