
PWMU.CO – Semangat membangkitkan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) menggema di Aula MA Muhammadiyah 9 Al Mizan Lamongan dalam Musyawarah Cabang (Musycab) Kwartir Cabang HW Lamongan, Sabtu (10/5/2025).
Acara ini dihadiri oleh Bendahara Kwarda HW Lamongan Fastabiqul Khoirot, perwakilan ortom tingkat cabang, serta peserta dari seluruh qobilah se-Cabang Lamongan. Mereka datang dengan semangat satu cita: meneguhkan kembali denyut perjuangan HW di tanah Cabang Lamongan.
Ketua Panitia Musycab, Alfain Jalaluddin Ramadlan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada para peserta. Ia juga berterima kasih atas kehadiran semua pihak, serta memohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan.
“Kami berharap seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan ini hingga tuntas. Karena inilah momen penting untuk menyusun langkah besar HW ke depan,” ujarnya.
Menelusuri Jejak HW Lamongan
Dalam sesi sambutan, mewakili Kwarcab HW Lamongan, Ahsanul Arham, menyampaikan narasi panjang tentang sejarah dan kebangkitan kembali HW Lamongan. Ia mengisahkan bagaimana awal mula upaya menghidupkan HW kembali dimulai pada tahun 2005, bertepatan dengan keaktifannya di Al Mizan.
“Dulu kami bahkan kesulitan menelusuri siapa ketua terakhir Kwarcab HW Lamongan. Tapi semangat untuk bangkit tak pernah padam. Bersama Ramanda Rohim dan beberapa senior seperti almarhum Ustadz Qosimul Ghozy serta Ustadz Yusuf, kami mulai membentuk grup HW Lamongan Kota. Itu titik nol kami,” kisahnya.
Dari situ, sedikit demi sedikit HW di Lamongan mulai menunjukkan eksistensinya. Beberapa qobilah di SD, SMP, hingga SMA Muhammadiyah mulai aktif kembali. Para pembina yang merupakan alumni HW Al Mizan turut andil menjadi motor penggerak.
“Kami ingin tak ada lagi alasan sekolah Muhammadiyah tidak aktif latihan HW karena kekurangan pembina” tegas Ahsanul.

Tunas Harapan Baru
Selain itu, Ahsanul juga menyinggung munculnya semangat baru lewat gerakan “Tunas Athfal” di lingkungan TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA). Ia menyebut bahwa langkah ini bisa menjadi cikal bakal regenerasi HW sejak usia dini.
“Guru-guru TK ABA 1, 2, dan 3 Lamobgan insyaallah akan mengikuti Jaya Melati 1. Ini bukti bahwa pembinaan karakter kepanduan sudah dimulai sejak anak-anak,” ungkapnya.
Ia berharap Musycab ini menjadi momentum kebangkitan HW di Kecamatan Lamongan Kota sebagai barometer bagi daerah lain. Apalagi HW Lamongan pernah mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional, seperti peringkat dua LPB HW Nasional yang diraih MTS Muhammadiyah 15 Lamongan.
Musycab ini juga menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru yang diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan. “Siapa pun yang terpilih nanti, semoga membawa HW Lamongan menjadi lebih solid dan progresif. Kita butuh gerakan yang sistematis, terstruktur, dan terus bergerak,” tandas Ahsanul.
Acara berlangsung khidmat, namun penuh semangat. (*)
Penulis Alfain Jalaluddin Ramadlan Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments