Dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kolaborasi, Penasehat Khusus Presiden urusan Haji, Prof. Muhadjir Effendy, hadir memberikan pandangan strategis di acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Mudzakarah Perhajian II Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sabtu (8/11/2025).
Di hadapan para pengurus dan peserta Rakernas yang datang dari berbagai wilayah Indonesia, Muhadjir menegaskan bahwa pembangunan ekosistem haji dan umrah yang kuat dan mandiri merupakan bagian penting dari visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
“Saya diundang oleh LPHU PP Muhammadiyah untuk berdiskusi mengenai tata kelola haji dan umrah serta prospeknya ke depan sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo. Intinya, Indonesia jangan hanya menjadi konsumen dalam penyelenggaraan haji dan umrah, tetapi juga harus mendapatkan nilai ekonomi dari aktivitas tersebut,” ujarnya.
Dari Ibadah Menuju Kemandirian Ekonomi Umat
Muhadjir menyoroti bahwa penyelenggaraan haji dan umrah bukan hanya kegiatan ritual keagamaan, melainkan juga memiliki dimensi ekonomi yang sangat besar. Dalam pandangannya, potensi besar di balik aktivitas jutaan jamaah Indonesia setiap tahun harus dikelola dengan baik agar memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa.
“Haji dan umrah itu memang ibadah, tetapi di dalamnya terdapat banyak nilai tambah yang bisa dikapitalisasi. Dari transportasi, logistik, kuliner, hingga ekonomi kreatif, semuanya dapat menjadi sumber pemberdayaan umat dan ekonomi nasional,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir juga mengapresiasi peran Muhammadiyah melalui LPHU yang selama ini menjaga integritas dan profesionalitas dalam pembinaan jamaah haji dan umrah. Ia menilai, LPHU memiliki posisi strategis untuk menjadi mitra pemerintah dalam membangun sistem layanan ibadah yang lebih modern, transparan, dan berkeadilan.
“Kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat pada umumnya, mari bersama-sama memperkuat layanan haji dan umrah agar lebih mandiri, profesional, dan memberi manfaat luas bagi umat,” pesannya menutup wawancara.
Evaluasi dan Inovasi dari LPHU Muhammadiyah
Sementara itu, Ketua LPHU PP Muhammadiyah, KH Muhammad Ziyad, menegaskan bahwa Rakernas dan Mudzakarah Perhajian II ini menjadi ajang refleksi dan perumusan langkah strategis bagi lembaganya.
“Rakernas ini pertama-tama bertujuan untuk mengevaluasi kinerja lembaga dan satuan pelaksana di bidang haji dan umrah, baik di tingkat pusat maupun daerah, apakah target dan capaian program sebelumnya sudah terpenuhi atau belum,” ujar Ziyad, Ahad (9/11/2025).
Selain evaluasi, Ziyad menuturkan bahwa kegiatan ini juga difokuskan pada penyusunan aktualisasi dan realisasi program-program ke depan, agar selaras dengan arah kebijakan dan keputusan utama Muhammadiyah.
“Kami ingin memastikan setiap langkah program ke depan benar-benar konkret, terukur, dan membawa manfaat bagi jamaah,” imbuhnya.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat, Ziyad menyoroti pentingnya peningkatan kualitas KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) serta travel resmi Muhammadiyah agar dapat memenuhi standar internasional.
“Kita ingin meningkatkan kualitas layanan KBIHU dan travel Muhammadiyah agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kerajaan Arab Saudi, serta memberikan pengalaman ibadah terbaik bagi jamaah Indonesia,” tegasnya.
Melalui penguatan profesionalisme, sistem pembinaan, dan pengelolaan berbasis digital, Ziyad berharap Muhammadiyah mampu menjadi teladan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang amanah, tertib, dan berdaya saing global.
Rakernas LPHU kali ini bukan hanya menjadi forum administratif, tetapi juga ruang gagasan dan inspirasi. Di dalamnya mengalir semangat besar untuk memadukan nilai ibadah, pemberdayaan umat, dan kemandirian bangsa, sejalan dengan semangat dakwah Muhammadiyah yang terus berinovasi demi kemaslahatan bersama.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments