Pimpinan Ranting Nasyiatul ‘Aisyiyah (PRNA) Pelangwot mengadakan program kerja untuk mengajak siswa TK PKK Pelangwot untuk literasi dengan memperkenalkan macam macam Transportasi. Hal ini sesuai dengan tema literasi kali ini, yaitu Mengenal Transportasi dan fungsinya melalui narasi interaktif.
Maka sebab itu PRNA mengajak siswa TK PKK untuk menggunting dan mengelim sehingga menjadi bentuk tiga dimensi layaknya kendaraan sungguhan. Merekapun sangat antusias mengikuti semua instruksi.
Kedatangan rombongan anggota PRNA Pelangwot menerima sambutan hangat oleh Guru dan Murid TK PKK Pelangwot pada Sabtu (11/10/2025) lalu.
“Membaca buku buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik” (Buya Hamka)
Pembukaan Acara Literasi
Kegiatan berawal dengan tepuk ucapan selamat datang para tamu, dan berlanjut dengan salam perkenalan. Acara Literasi yang terbuka oleh Faristin, berlanjut sambutan oleh Iftihatur Rofi’ah sebagai ketua PRNA Pelangwot.
Dalam sambutannya Ifti mengawali dengan mengajak semua siswa untuk membaca bersama surat al-‘alaq ayat pertama. Ternyata mereka sudah hafal.
Lalu Ifti menjelaskan makna ayat tersebut, bahwa dengan membaca maka anak anak bisa tau segala hal. Bahkan anak anak bisa keliling dunia, mengetahui kisah kisah nabi dan para sahabatnya dan lain sebagainya.
“Adik adik buku adalah gerbang dunia, maka bacalah apapun supaya kalian tau” ucap Ifti i akhir sambutannya.
Literasi tersampaikan oleh Tri Wulandari sebagai Ketua 3 yang membawai Departemen Pendidikan.
Kisah Seekor Kucing dan Kelinci
Wulan bercerita memperagakan alat transportasi berupa bus dan dua hewan yaitu kucing dan kelinci dari media kertas.
Dan mengemasnya dalam bentuk narasi bahwa suatu hari ada seekor kucing dan kelinci yang jalan jalan dan karena sampai larut malam.
Dengan kondisi jalanan yang gelap, mereka pun tersasar di hutan, hingga akhirnya seekor kucing melihat kilau lampu bus yang terang. Akhirnya kucing melambaikan tangan minta diantarkan pulang dan tak lupa mencari temannya, kelinci, supaya ikut serta pulang bersama.
Wulan berinteraksi dengan para siswa, mereka pun menanggapi dengan berbagai celoteh yang lucu dan menggemaskan.
Wulan mengajak anak anak memahami kembali apa yang telah di paparkan dengan bertanya kepada para siswa tentang jenis jenis kendaraan dan fungsinya dan makanan serta suara dua binatang yang ada di cerita tersebut.
Dengan pendampingan semua anggota PRNA, puncak kegiatan literasi tertutup dengan menggunting dan mengelim kendaraan yang sudah tersedia sehingga menjadi kendaraan yang berbentuk bangun ruang layaknya kendaraan sungguhan.
Anak adalah investasi bukan hanya untuk orang tua namun agama dan negara, maka sepatutnya kita bina mereka dengan penuh cinta, dan kita berikan kesempatan untuk mencapai impian mereka.
Apalagi di era yang serba gadget, supaya anak tidak kecanduan, maka kita harus menyediakan aneka buku dan membiasakan untuk membaca. Supaya dapat tercipta generasi Indonesia emas di masa yang akan datang.






0 Tanggapan
Empty Comments