Menjadi pribadi yang unggul tidak terjadi dalam semalam. Kita bisa belajar banyak dari struktur pertahanan negara dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar.
Siswa Kelas 4 SD Muhammadiyah 1 Paiton belajar Langsung Bersama Bapak TNI AD Serda Dwi Agung Utomo pada agenda Guest Teacher, Kamis (29/01/2026). Adapun Serda Dwi merupakan merupakan Ayah dari Ananda Yudha Kelas 4B.
Sebagai informasi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI terbagi menjadi tiga matra utama dengan tugas spesifik:
- TNI Angkatan Darat (AD): Penjaga kedaulatan di wilayah daratan.
- TNI Angkatan Laut (AL): Penguasa dan penjaga keamanan di wilayah perairan/laut.
- TNI Angkatan Udara (AU): Penjaga kedaulatan di ruang udara Indonesia.
Tidak Ada Anak Bodoh
Sebagai pelajar, wujud Cinta Tanah Air tidak harus dengan mengangkat senjata. Hal itu sebab masa depan bangsa ada di tangan generasi muda.
Pesan Utama dari Bapak Agung berpesan agar mengingat bahwa tidak ada anak yang bodoh. “Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanya anak yang malas belajar” tuturnya. Sebab, kecerdasan adalah hasil dari ketekunan, bukan sekadar bakat lahir.
Selain itu, ia juga mengajarkan perihal Kedisiplinan yang tidak mengenal ruang dan waktu.
Di Sekolah & Luar Sekolah: Mematuhi peraturan tertulis (tata tertib) dan peraturan tidak tertulis seperti etika dan norma saat berinteraksi dengan masyarakat.
Bagaimana cara kita meniru semangat juang TNI dalam skala pelajar? Jawabannya adalah Manajemen Waktu dan Disiplin Diri. Langkah praktis mengelola waktu dari bangun tidur hingga tidur lagi:
- Pagi Hari: Bangun tepat waktu, ibadah, dan mempersiapkan perlengkapan sekolah secara mandiri.
- Siang Hari: Fokus penuh saat jam pelajaran dan tidak menunda tugas.
- Sore Hari: Mengasah hobi atau membantu orang tua.
- Malam Hari: Mengevaluasi pelajaran hari ini, merencanakan jadwal esok hari, dan istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar.
Sehingga dengan meneladani struktur dan disiplin TNI, serta memegang teguh etika di mana pun kita berada, kita telah melangkah menjadi pahlawan masa kini bagi diri sendiri dan bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments