Langit pagi yang cerah menaungi halaman utama SD Plus Muhammadiyah 1 Waru pada Senin (22/9/2025). Sejak pukul 07.00 WIB, halaman sekolah sudah dipenuhi siswa dan guru yang mengenakan busana muslim rapi.
Spanduk besar bertema “Membangun Generasi Religius dengan Meneladani Rasulullah SAW” terpampang di panggung utama.
Suara riang anak-anak berpadu lantunan sholawat dari pengeras suara, menghadirkan suasana hangat sekaligus khidmat.
Peringatan Maulid Nabi kali ini bukan sekadar rutinitas, tetapi dirancang menjadi pengalaman belajar yang menyentuh hati peserta didik.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh siswa-siswi terpilih. Lantunan yang merdu seketika menenangkan suasana dan mengundang kekhusyukan para hadirin.
Setelah itu, Ketua Pelaksana, Ustadz Zahri menyampaikan sambutan. Ia menegaskan pentingnya memaknai Maulid Nabi sebagai sarana pembentukan karakter religius dan memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus membentuk generasi yang berakhlak mulia, jujur, dan menjauhi hal-hal yang dilarang agama,” ujarnya di hadapan seluruh peserta.
Suasana semakin semarak dengan penampilan sholawat yang dibawakan siswa-siswi dari berbagai kelas. Mereka tampil penuh percaya diri, melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang menggema di halaman sekolah.
Para guru tampak mendampingi dengan wajah bangga melihat keberanian murid-muridnya. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan seni religi di sekolah ini mendapat tempat di hati anak-anak.
Puncak acara adalah tausiyah yang disampaikan Ustadz Aziz Ashari, M.H.I., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pamekasan.
Dalam ceramahnya, beliau mengulas sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, perjuangan dakwah beliau yang penuh kesabaran, serta ketegasan Rasulullah dalam menyampaikan ajaran Islam, termasuk larangan terhadap khamr dan judi sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Maidah ayat 90.
Penjelasan tersebut dibawakan dengan bahasa sederhana dan contoh sehari-hari sehingga mudah dipahami siswa. Sesekali Ustadz Aziz mengajak anak-anak menyebutkan nama sahabat Nabi atau mengulang ayat yang baru dibacakan untuk melatih ingatan mereka.
Untuk menjaga antusiasme, panitia menghadirkan sesi tanya jawab di akhir ceramah. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapat bingkisan menarik. Suasana riang pun tercipta saat para peserta berebut mengangkat tangan.
Cara ini membuat materi ceramah lebih melekat dan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan. Beberapa siswa mengaku senang karena bisa berinteraksi langsung dengan penceramah dan mendapatkan hadiah. Guru-guru pun berharap metode seperti ini terus digunakan agar anak-anak semakin termotivasi.
Acara ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta. Selain menambah kegembiraan, momen tersebut menjadi penutup yang manis bagi seluruh rangkaian kegiatan.
Pihak sekolah berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mampu menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga lahir generasi religius yang berakhlak mulia, berilmu, dan berprestasi.
Dengan dukungan guru, orang tua, dan lingkungan sekitar, semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan terus tumbuh dan mengakar kuat di kalangan peserta didik, menjadikan mereka insan berkarakter yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.(*)






Membangun karakter siswa tidak mudah, terutama dibenturkan latarbelakang orangtua.
Semuga adanya moment ini bisa memberikan manfaat sesuai harapan ustad ustadah SD PLUS MUHAMMADIYAH 1 WARU
Mantap,
Selalu 💯 untuk SD Plus MUTU,
Penulisnya Juga Ok.
Renyah bacaannya…
Aku suka aku suka.