Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Membumikan Nalar Merawat Moral: Refleksi 62 Tahun IMM

Iklan Landscape Smamda
Membumikan Nalar Merawat Moral: Refleksi 62 Tahun IMM
Membumikan Nalar Merawat Moral: Refleksi 62 Tahun IMM, Foto: Alvin Putra Qurniawan
Oleh : Alvin Putra Qurniawan Bendahara Umum PC IMM Ponorogo

Memasuki usia ke-62, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dihadapkan pada refleksi mendalam tentang arah gerakan dan peran kader di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Di era digital saat ini, ruang-ruang diskusi intelektual kerap kalah bising dibandingkan linimasa media sosial. Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh terjebak hanya pada simbol dan formalitas organisasi, tetapi harus tetap hidup sebagai gerakan intelektual yang bernalar kritis dan bermoral.

Mendekonstruksi Kemapanan Berpikir

Menguatkan tradisi intelektual hari ini berarti menuntut keberanian untuk tidak sekadar menerima wacana sebagai kebenaran final. Pemikiran filsuf Jacques Derrida dalam karyanya Of Grammatology (1967) menegaskan bahwa “there is nothing outside the text”, yang menunjukkan bahwa realitas sosial sering kali dibentuk oleh narasi, simbol, dan bahasa yang membawa kepentingan tertentu.

Bagi kader IMM, kondisi ini menjadi tantangan untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan mampu membaca, mengkritisi, dan membongkar narasi yang berkembang di masyarakat.

Melalui pendekatan dekonstruksi sebagaimana dijelaskan Derrida dalam Writing and Difference, kader didorong untuk membuka kemungkinan makna baru dengan menggugat struktur pemikiran yang sudah dianggap mapan. Tradisi intelektual ini penting agar kader IMM mampu menghadirkan kritik terhadap kebijakan publik yang tidak adil maupun berbagai narasi sosial yang menyesatkan.

Ujian Moralitas dalam Pusaran Politik

Namun nalar yang tajam tanpa kompas moral hanya akan melahirkan teknokrat yang oportunis. Dalam dinamika sosial dan politik hari ini, jarak antara aktivisme dan akomodasi kekuasaan sering kali menjadi sangat tipis.

Fenomena tersebut terlihat dari banyaknya kaum terdidik yang terjebak dalam pragmatisme politik, di mana nilai-nilai moral sering kali dikorbankan demi posisi atau kepentingan jangka pendek.

Bagi kader IMM, menjaga moralitas politik bukan berarti bersikap anti terhadap dunia politik. Sebaliknya, hal tersebut merupakan upaya menjaga jarak kritis agar tidak larut dalam hasrat kekuasaan.

Nalar intelektual membantu kader membaca dinamika kekuasaan, sementara moralitas menjadi penuntun untuk menentukan sikap ketika harus mengatakan “tidak” terhadap ketidakadilan, meskipun keputusan tersebut tidak selalu populer.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Ideologi sebagai Sintesis Gerakan

Dalam konteks tersebut, penguatan kaderisasi ideologis menjadi titik temu antara kedalaman intelektual dan keteguhan moral. Ideologi tidak boleh dipahami sekadar sebagai hafalan konsep, tetapi sebagai alat untuk membaca dan memahami realitas sosial.

Jika pemikiran kritis menjadi pisau analisis dan moralitas menjadi kompas etika, maka ideologi berfungsi sebagai panduan praksis dalam menjalankan gerakan.

IMM diharapkan mampu menegaskan posisinya sebagai gerakan yang mengedepankan politik gagasan, bukan politik transaksional. Dengan perspektif ideologis yang kuat, kader tidak akan mudah goyah menghadapi dinamika kekuasaan maupun polarisasi opini di ruang publik.

Politik bagi kader IMM seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan keadilan sosial, bukan sekadar alat meraih kedudukan.

Menjaga Nalar, Merawat Moral

Di usia ke-62 ini, tantangan terbesar IMM bukan sekadar mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi memastikan bahwa gerakan tetap hidup sebagai kekuatan intelektual yang berakar pada nilai moral dan kemanusiaan.

Kaderisasi ideologis yang kuat diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang matang secara intelektual, kokoh secara moral, dan peka terhadap persoalan masyarakat.

Mereka adalah kader yang kembali ke masjid untuk memperkuat spiritualitas, kembali ke perpustakaan untuk memperdalam intelektualitas, serta turun ke masyarakat untuk menghadirkan keberpihakan pada kemanusiaan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡