Dengan adanya pelaksanaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri”, DPD IMM DIY meluncurkan Mosi Kebangsaan sebagai langkah nyata untuk membumikan semangat tema tersebut.
Ketua Umum DPD IMM DIY, Muh. Taufiq Firdaus, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Mosi Kebangsaan ini bukan sekadar dokumen, melainkan panggilan moral dan arah intelektual bagi seluruh kader IMM.
“Mosi Kebangsaan ini lahir sebagai bentuk kontribusi DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam membumikan semangat ‘Energi Kolektif untuk Negeri’. Semangat yang tidak berhenti pada slogan kebersamaan, tetapi menjelma menjadi gagasan ideologis, intelektual, dan praksis yang memberi arah bagi gerakan IMM di seluruh Indonesia,” ungkap Firdaus.
Dokumen tersebut menjadi respons terhadap situasi bangsa yang tengah mengalami turbulensi nilai dan krisis arah generasi muda.
Dalam pengantarnya, Firdaus juga menyoroti bahwa anak muda hari ini melek digital namun gagap nilai, terkoneksi secara global tetapi terasing secara sosial.
“Energi kolektif mereka terserap dalam budaya trending, bukan gerak perubahan yang berkesadaran,” tulisnya.
IMM DIY melalui mosi ini mengingatkan pentingnya menyatukan moral kebangsaan dengan nalar ilmiah agar semangat kebersamaan benar-benar menjadi energi transformasi sosial.
Menurut Firdaus, IMM harus tampil bukan sekadar organisasi, tetapi arus moral-intelektual bangsa.
DPD IMM DIY juga mencatat sederet inisiatif yang telah dilakukan sebagai wujud komitmen tersebut, seperti pembentukan Pusat Studi Anti Korupsi, Pusat Studi Sosial, Pusat Studi Perempuan, dan Pusat Studi Agama, penerbitan Jurnal Pemikiran IMM, serta penyelenggaraan Muhammadiyah Research School dan IMMawati International Conference.
Firdaus menegaskan bahwa IMM harus menjadi jembatan antara nilai Islam, nalar ilmiah, dan tanggung jawab kebangsaan.
“Bangsa ini tidak hanya butuh semangat, tetapi arah. Dan arah itu lahir dari gerakan intelektual yang sadar nilai dan berpihak pada kemanusiaan,” tegasnya.
Mosi Kebangsaan ini disusun oleh Tim Penyusun: Ketua Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman DPD IMM DIY, Hizba Muhammad Abror, Ketua Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan DPD IMM DIY, Reza Fauzi Nur Taufiq, serta desain sampul oleh Sekretaris Bidang Seni, Budaya, dan Olahraga, Safrilul Ulum.
Empat Pilar Rekomendasi Strategis DPD IMM DIY
Dalam dokumen tersebut, DPD IMM DIY menyampaikan empat pilar utama rekomendasi gerakan nasional, yakni:
1. Penguatan Tata Kelola dan Komunikasi Lintas Level
Era digital menuntut organisasi memiliki sistem komunikasi dan koordinasi yang cepat, transparan, serta terukur. Maka dari itu, DPD IMM DIY merekomendasikan penerapan digital governance yang mengintegrasikan data kader, program, dan komunikasi dari pusat hingga komisariat.
Digitalisasi tata kelola bukan hanya soal efisiensi administrasi, melainkan juga langkah strategis untuk menjamin profesionalitas dan keberlanjutan kaderisasi.
IMM di masa depan harus tampil sebagai organisasi mahasiswa Islam yang modern dan berdaya saing dalam pengelolaan pengetahuan dan jejaring kolaborasi.
2. Pembaruan Sistem Kaderisasi Nasional Berbasis Learning Community dan Research-Driven Leadership
Kaderisasi disebut sebagai jantung gerakan IMM. Namun, agar tetap relevan di era disrupsi, kaderisasi tidak boleh berhenti pada pelatihan formal, tetapi harus menjadi ekosistem belajar berkelanjutan (learning community).
DPD IMM DIY mendorong DPP IMM untuk mengembangkan model kepemimpinan berbasis riset (research-driven leadership), kepemimpinan yang berakar pada data, refleksi sosial, dan analisis realitas umat.
Model ini diharapkan melahirkan kader IMM yang tidak hanya loyal secara ideologis, tetapi juga tangguh secara kompetensi, berpikir dengan nalar ilmiah, dan bergerak berdasarkan empati sosial.
3. Penguatan Kapasitas IMM di Bidang Ekonomi Kreatif dan Sosial
Gerakan mahasiswa harus mandiri secara finansial. Untuk itu, DPD IMM DIY mengusulkan pengembangan unit ekonomi kreatif dan sosial berbasis kaderisasi di setiap level organisasi.
Unit ini dapat berbentuk laboratorium sosial-ekonomi seperti: lembaga kewirausahaan, media kreatif, atau platform pemberdayaan masyarakat yang menjadi ruang aktualisasi kader dalam menggabungkan nilai dakwah dan kemandirian ekonomi.
Dengan cara ini, semangat intelektual dan dakwah berkemajuan dapat berkelindan dengan kemandirian finansial dan kontribusi sosial konkret.
4. Penetapan Roadmap Nasional IMM 2025-2045
Untuk menjaga kesinambungan arah gerakan dan menghindari fragmentasi orientasi antargenerasi, DPD IMM DIY mengusulkan agar DPP IMM menetapkan Roadmap Nasional IMM 2025-2045.
Roadmap ini diharapkan memuat tiga orientasi besar gerakan IMM ke depan, di antaranya:
1. Gerakan Intelektual
Memperkuat basis riset, publikasi ilmiah, dan forum intelektual kader.
2. Dakwah Digital:
Membangun narasi Islam progresif dan berkemajuan di ruang digital untuk menandingi arus konservatisme dan disinformasi.
3. Kontribusi Sosial-Ekologis:
Mendorong kader untuk aktif dalam isu kemanusiaan, lingkungan, dan keadilan sosial sebagai bentuk praksis keimanan.
Roadmap ini diharapkan menjadi living document, panduan moral, intelektual, dan operasional yang hidup di setiap generasi IMM hingga dua dekade mendatang.
Peluncuran Mosi Kebangsaan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan energi kolektif kader IMM di seluruh Indonesia, membangun kolaborasi lintas daerah, memperkuat jejaring riset, dan menghidupkan kembali idealisme mahasiswa Islam dalam praksis sosial. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments