Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menanamkan Cinta Lingkungan di Sekolah Kreatif Menganti: Kisah di Balik Lomba LLSMS

Iklan Landscape Smamda
Menanamkan Cinta Lingkungan di Sekolah Kreatif Menganti: Kisah di Balik Lomba LLSMS
pwmu.co -
Salah satu juri LLSMS melakukan visitasi di SD Muhammadiyah 1 Menganti (Faradilla/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti, Gresik turut ambil bagian dalam ajang Lomba Lingkungan Sekolah Muhammadiyah Sehat (LLSMS) tingkat Kabupaten Gresik yang digelar pada Jumat (25/7/2025).

Sejak masa persiapan hingga hari penilaian, kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua terlihat begitu solid. Mereka bahu-membahu menyiapkan berbagai aspek yang dinilai dalam lomba, mulai dari kebersihan lingkungan hingga penerapan budaya hidup sehat di sekolah.

Lebih dari sekadar kompetisi, partisipasi dalam LLSMS menjadi ajang bagi Sekolah Kreatif Menganti untuk menampilkan jati dirinya sebagai sekolah yang menanamkan budaya sehat dalam keseharian warganya.

Alhamdulillah proses pelaksanaan LLSMS berjalan lancar, dimulai dari tahap persiapan, koordinasi antartim, hingga pelaksanaan dan penilaian,” ujar Ketua Pelaksana LLSMS SD Muhammadiyah 1 Menganti, Nur Listiana, yang akrab disapa Ustadzah Nana.

Salah satu sorotan dalam penilaian LLSMS adalah hasil inovasi siswa, khususnya dari kegiatan Ujian Tugas Akhir (TA) kelas VI Tahun Pelajaran 2024/2025. Produk-produk yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari olahan makanan sehat berbahan lokal, hingga kerajinan tangan dari bahan daur ulang yang telah dikemas secara menarik dan bernilai jual.

Juri memuji karya-karya tersebut bukan hanya karena kreatif, namun juga kontekstual. Produk yang lahir dari ide-ide siswa itu menunjukkan keberhasilan sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, kewirausahaan, dan kepedulian lingkungan dalam proses belajar.

“Yang membuat kami kagum, anak-anak mampu menghasilkan produk yang tidak hanya orisinal tapi juga bermanfaat. Ada kesadaran lingkungan dan semangat wirausaha yang tumbuh sejak dini,” ungkap salah satu anggota tim juri saat berkeliling area pameran karya siswa.

Ecoranger: Ketika Anak-Anak Belajar Mengelola Lingkungan

Tak hanya menampilkan produk, para siswa juga aktif terlibat dalam proses visitasi. Salah satunya adalah siswa kelas VI yang juga anggota Creative Ecoranger, sebutan untuk kader Adiwiyata dari tiap kelas, Aqila.

“Hari ini kami sudah berbagi tugas sesuai komitmen. Ada yang bertugas di kantin untuk menjelaskan tentang makanan sehat, ada yang di greenhouse, dan saya sendiri mendampingi juri berkeliling bersama ustadzah,” jelas Aqila penuh semangat.

Aqila bersama teman-teman Kader Adiwiyata tidak sekadar melaksanakan tugas lomba, tetapi juga belajar banyak hal, terutama tentang kepemimpinan dan komunikasi, dua soft skill penting yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan, sejalan dengan kepedulian mereka terhadap lingkungan.

Para Ecoranger menjadi bukti nyata bahwa pendidikan lingkungan tidak harus selalu datang dari guru. Justru ketika anak diberi ruang untuk berperan, mereka mampu tampil sebagai agen perubahan yang menginspirasi teman-teman sebayanya.

Apa yang ditampilkan SD Muhammadiyah 1 Menganti dalam ajang LLSMS bukan semata soal kebersihan fisik. Lebih dari itu, sekolah ini telah menumbuhkan budaya hidup sehat secara menyeluruh. Para siswa dibiasakan membawa bekal sehat dari rumah, mengelola sampah organik dan anorganik, serta menjaga ketertiban dan kerapian kelas secara mandiri.

Program kantin sehat, pengumpulan bank sampah, hingga pengelolaan greenhouse telah menjadi bagian dari rutinitas yang dijalani dengan penuh makna. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik sekolah, tetapi juga turut membentuk karakter siswa, mulai dari rasa tanggung jawab, kepedulian, hingga kedisiplinan terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Meski mendapat banyak pujian, sekolah juga menerima beberapa catatan dari tim juri. Salah satunya adalah perlunya peningkatan dalam tata kelola kantin sehat, mulai dari penyediaan makanan bergizi hingga perbaikan sistem pengelolaannya.

Selain itu, branding “Sekolah Kreatif” yang sudah dikenal luas juga mendapat usulan untuk terus dikembangkan. Salah satu sarannya adalah dengan menciptakan produk khas sekolah yang dapat menjadi ikon, seperti makanan, souvenir, maupun karya seni.

Menanggapi hal tersebut, Ustadzah Nana menyambut dengan positif berbagai masukan dari tim juri.

“Harapan kami, lomba ini tidak sekadar menjadi ajang adu prestasi, tetapi juga momentum refleksi bahwa apa yang selama ini kami tanamkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari karakter sekolah yang sehat, kreatif, dan kolaboratif,” tuturnya.

Apa yang dilakukan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti menjadi bukti bahwa pendidikan sejati bukan sekadar mengajar, tetapi juga menumbuhkan. Melalui kegiatan seperti LLSMS, sekolah menjelma menjadi ruang hidup tempat anak-anak belajar peduli terhadap lingkungan, bekerja sama, dan menciptakan sesuatu yang bermakna.

Dari sana, lahir sebuah harapan bahwa anak-anak Indonesia dapat tumbuh bukan hanya cerdas, tetapi juga berdaya dan berjiwa lingkungan. Semua itu bermula dari sekolah: dari pot kecil yang ditanam bersama, dari bekal sehat yang dibawa setiap pagi, dan dari karya sederhana yang lahir dari imajinasi serta rasa peduli. (*)

Penulis Faradilla Nur Aulia Rahma Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu