Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mendidik Anak di Era Digital, Ikwam SD Mumtaz Tekankan Penguatan Iman Keluarga

Iklan Landscape Smamda
Mendidik Anak di Era Digital, Ikwam SD Mumtaz Tekankan Penguatan Iman Keluarga
Dr Luluk saat memberi kajian di SD Muhammadiyah 1-2 Taman Sidoarjo (Foto: Laela Fauziah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Udara pagi yang sejuk dan suasana teduh mengiringi kegiatan Kajian Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz), Rabu (28/1/2026).

Dalam suasana yang penuh kekhidmatan tersebut, para orang tua/wali murid mengikuti kajian bertema Mendidik Anak Cerdas Digital dan Kuat Iman sebagai ikhtiar bersama menghadapi tantangan pendidikan anak di era digital.

Kegiatan kajian ini diikuti oleh para orang tua/wali murid SD Mumtaz dengan penuh antusias. Forum kajian menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana penguatan peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya dalam menyikapi perkembangan teknologi digital yang kian pesat tanpa meninggalkan nilai-nilai keimanan dan akhlak.

Ketua Ikwam SD Mumtaz, Didin Elya Sandri, menyampaikan bahwa kajian tersebut merupakan agenda rutin Ikwam yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Setiap kajian dihadirkan dengan tema yang beragam dan relevan dengan kebutuhan orang tua.

“Kajian ini merupakan kegiatan rutin Ikwam SD Mumtaz dengan tema yang berbeda-beda. Kami juga berupaya menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya agar materi yang disampaikan benar-benar memberikan manfaat bagi orang tua dalam mendampingi pendidikan anak,” ujarnya.

Kajian kali ini menghadirkan Dr Luluk Iffatur Rochma S.S M.Pd Ketua Program Studi Pendidikan Guru PAUD Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Dr. Luluk menegaskan bahwa iman merupakan benteng utama bagi anak-anak dalam menyaring pengaruh dunia digital. Ia mengutip QS. At-Tahrim ayat 6 tentang kewajiban menjaga diri dan keluarga dari api neraka sebagai landasan pendidikan keluarga di tengah kemajuan teknologi.

“Di era digital, iman menjadi alat utama bagi anak untuk memilah mana yang bermanfaat dan mana yang perlu dihindari. Tanpa iman yang kuat, anak akan mudah terpengaruh oleh konten yang tidak sejalan dengan nilai agama,” jelasnya.

Selain penguatan iman, Dr. Luluk juga menekankan pentingnya akhlak dan adab sebagai tolok ukur kecerdasan anak. Menurutnya, kecerdasan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik atau penguasaan teknologi, tetapi juga dari perilaku dan sikap anak dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di ruang digital.

Ia mengingatkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mendampingi penggunaan teknologi oleh anak. Mengacu pada QS. An-Nahl ayat 78, Dr Luluk menjelaskan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati merupakan anugerah Allah yang harus diarahkan pada hal-hal yang bermanfaat.

Oleh karena itu, pendampingan orang tua menjadi kunci agar anak tidak salah dalam memanfaatkan teknologi.

Dalam kajian tersebut, Dr. Luluk juga mengulas sejumlah tantangan digital pada anak usia sekolah dasar, di antaranya kecanduan gawai, berkurangnya aktivitas fisik, menurunnya fokus belajar, serta kelalaian dalam menjalankan ibadah. Anak-anak, menurutnya, belum sepenuhnya mampu memilah konten digital secara mandiri.

“Karena itu, peran orang tua sebagai penyaring utama sangat penting, sebagaimana diingatkan dalam QS. Al-Isra’ ayat 36, agar tidak mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan,” tambahnya.

Dalam perspektif Islam, lanjut Dr. Luluk, cerdas digital berarti menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan bernilai ibadah. Penggunaan gawai tidak boleh melalaikan kewajiban utama, khususnya ibadah salat, sebagaimana perintah Allah dalam QS. Thaha ayat 132. Teknologi juga hendaknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang membawa kebaikan, sejalan dengan pesan Surah Al-Asr tentang pentingnya memanfaatkan waktu.

Ia turut mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Prinsip tersebut dinilai sangat relevan dalam menyikapi banjir informasi di era digital.

Lebih lanjut, Dr. Luluk mengajak para orang tua untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana penanaman iman, bukan menjauhkannya secara mutlak. Orang tua dapat mengarahkan anak pada konten edukatif, aplikasi Islami, serta tayangan kisah Nabi dan para sahabat yang sarat dengan teladan akhlak.

Sebagai penutup, kajian Ikwam SD Mumtaz ini menegaskan bahwa peran keluarga, khususnya orang tua, sangat menentukan dalam membentuk karakter anak di tengah derasnya arus digital.

Melalui penguatan iman, pembiasaan akhlak mulia, serta pendampingan yang bijak dalam penggunaan teknologi, anak diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang cerdas digital sekaligus beriman kuat.

Melalui kajian ini, SD Mumtaz berharap para orang tua semakin memahami perannya dalam mendampingi anak menghadapi tantangan zaman sehingga terwujud generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu