Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mendidik Generasi Qurani di Tengah Penderitaan: Keberkahan Palestina dalam Cahaya Al Quran

Iklan Landscape Smamda
Mendidik Generasi Qurani di Tengah Penderitaan: Keberkahan Palestina dalam Cahaya Al Quran
pwmu.co -
Ahmad Afwan Yazid, penulis adalah Wakil Kepala SD Mupat Kota Malang, Guru PAI, Praktisi Pendidikan dan Parenting Keluarga (Istimewa/PWMU.CO)
Ahmad Afwan Yazid, penulis adalah Wakil Kepala SD Mupat Kota Malang, Guru PAI, Praktisi Pendidikan dan Parenting Keluarga (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO Palestina, tanah yang diberkahi, tidak hanya dikenal sebagai bumi ribath. Tempat perjuangan dan jihad mempertahankan kehormatan umat Islam, tetapi juga sebagai tanah para penghafal al Quran. Di tengah tekanan, konflik, dan penderitaan yang tiada henti, cahaya iman dari generasi Qurani terus bersinar. Gaza, jantung Palestina, bahkan dijuluki sebagai “kota penghafal al Quran”, dengan prinsip “1 keluarga, 1 penghafal al Quran” yang menjadi semangat kolektif masyarakatnya.

Keberkahan Palestina mengalir dari tiga aspek utama: imaniyah, jihadiyah, dan siyasiyah. Dari sisi imaniyah, rakyat Palestina menjadikan al Quran sebagai sumber kekuatan dan ketenangan di tengah gejolak kehidupan. Anak-anak, remaja, hingga dewasa tidak pernah menyerah untuk menghafal dan memahami Al Quran, meski harus belajar di antara puing reruntuhan, tenda pengungsian, dan ancaman serangan. Banyak kisah inspiratif tentang pasien yang membacakan ayat suci saat operasi tanpa bius, atau anak-anak yang tetap bersemangat menghafal meski hidup dalam ketidakpastian.

Generasi Qurani

Dari sisi jihadiyah, Palestina adalah bumi ribath, tempat generasi muda dibesarkan dalam semangat perjuangan dan pengorbanan. Menghafal al Quran bukan hanya ibadah, tetapi juga identitas dan bekal perjuangan.

Banyak pejuang Hamas yang harus menghafal minimal 15 juz dan 40 Hadits Arbain sebelum bergabung, serta membaca satu juz al Quran setiap harinya. Dari sisi siyasiyah, Palestina menjadi simbol perlawanan dan keteguhan umat Islam di dunia. Keberhasilan mendidik puluhan ribu penghafal al Quran adalah bukti nyata bahwa pendidikan agama tetap menjadi prioritas di tengah penjajahan dan keterbatasan.

Gaza, dengan penduduk sekitar 2 juta jiwa, telah meluluskan puluhan ribu penghafal al Quran. Pada 2019, lebih dari 700 orang diwisuda karena berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Pada 2021, diperkirakan 50.000 orang telah hafal al Quran, dan sekitar 300.000 sedang menghafalnya. Tidak hanya itu, Gaza pernah mencatatkan rekor 1.500 orang yang menghafal Al Quran dalam sekali duduk, menunjukkan betapa kuatnya semangat menghafal di kalangan masyarakat.

Mengapa anak-anak Palestina begitu mudah menghafal al Quran? Jawabannya terletak pada dukungan keluarga dan masyarakat. Orang tua Palestina menjadikan penghafalan al Quran sebagai investasi akhirat dan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Mereka rela mengorbankan waktu dan sumber daya agar anak-anak bisa belajar dengan baik.

Lembaga tahfidz dan halaqah al Quran tersebar luas di Gaza, meski dengan fasilitas terbatas. Anak-anak didorong untuk saling berlomba-lomba menjadi hafiz, dan penghafalan al Quran menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat.

Cara orang tua Palestina mendidik anak agar mencintai Al Quran sangat sederhana: menjadikan al Quran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak membaca, menghafal, dan memahami al Quran sejak dini. Orang tua menjadi teladan dengan rutin membaca dan mendengarkan murattal di rumah. Lingkungan masyarakat juga sangat mendukung, sehingga anak-anak tumbuh dengan semangat mencintai al Quran.

Di tengah penderitaan, generasi Qurani Palestina telah membuktikan bahwa cahaya al Quran tidak pernah padam. Mereka menjadi simbol keteguhan iman, ketangguhan, dan harapan bagi umat Islam di seluruh dunia. Semoga keberkahan dan semangat mereka terus menginspirasi generasi muda di mana pun untuk mencintai dan menghafal al Quran, serta menjadikannya sebagai pedoman hidup. (*)

Penulis Ahmad Afwan Yazid Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu