Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mendikdasmen: MBG Bagian dari Pendidikan Karakter Siswa

Iklan Landscape Smamda
Mendikdasmen: MBG Bagian dari Pendidikan Karakter Siswa
Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp100 Triliun, Dukung MBG dan Digitalisasi, Foto: Ist/PWMU.CO
pwmu.co -

Kemendikdasmen melaporkan 49,6 juta murid telah menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rapat Koordinasi Implementasi Perpres 115 Tahun 2025 di Semarang.

Capaian signifikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rapat Koordinasi Implementasi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3), bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah kementerian terkait.

49,6 Juta Murid Terjangkau Program MBG

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program MBG menjadi bagian strategis penguatan pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).

Tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Gerakan ini terus meluas melalui kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Berdasarkan penelitian kolaboratif bersama LabSosio UI, program MBG membantu meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan pengalaman menyenangkan saat makan bersama, serta memastikan anak dari kelompok sosio-ekonomi rendah mendapatkan pangan bergizi,” ujar Abdul Mu’ti.

Secara nasional, program ini telah menjangkau 49,6 juta murid atau 93 persen dari total 53,4 juta siswa di seluruh Indonesia, tersebar di 288.845 sekolah (66,5 persen). Pemerintah juga telah mendistribusikan modul edukasi dan pedoman implementasi MBG yang terintegrasi dengan penguatan karakter ke seluruh sekolah.

Anggaran Pendidikan 2026 Naik di Atas Rp100 Triliun

Mendikdasmen menambahkan, anggaran pendidikan tahun 2026 diproyeksikan meningkat hingga di atas Rp100 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk revitalisasi sekitar 70 ribu sekolah serta penguatan digitalisasi pembelajaran melalui Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP).

Dukungan Lintas Kementerian Perkuat Dampak Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti pentingnya asupan gizi dalam membentuk sumber daya manusia unggul.

“SDM unggul ditentukan oleh asupan yang cukup. Jika 82,9 juta penerima manfaat mengonsumsi satu telur sehari, maka gerakan ekonomi rakyat akan bangkit secara luar biasa,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar intervensi gizi, tetapi juga bagian dari perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan melalui pelibatan dapur MBG dan UMKM lokal.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sinergi dilakukan melalui Ruang Bersama Indonesia, Forum Anak di 34 provinsi, serta Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) untuk memastikan partisipasi anak dan pengasuhan berbasis komunitas berjalan optimal.

KKP dan BGN Dorong Perputaran Ekonomi Desa

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut mengakselerasi dukungan melalui kerja sama penyediaan protein ikan. UMKM binaan KKP kini melayani 128 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 15 provinsi dengan pasokan Tuna, Lele, Nila, dan Patin.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, menyatakan kesiapan pasokan protein melalui pembangunan Program Seribu Kampung Nelayan Merah Putih untuk mendekatkan produksi ikan dengan SPPG.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memaparkan bahwa di Jawa Tengah telah beroperasi 3.826 SPPG dengan nilai perputaran uang mencapai Rp6 triliun. Setiap SPPG menerima Rp1 miliar per bulan, dengan 70 persen anggaran digunakan untuk membeli bahan baku dari petani dan UMKM lokal.

Program ini juga melibatkan 152.593 relawan, 12.598 supplier, serta 1.837 koperasi di Jawa Tengah. Pemerintah terus melakukan penyisiran data untuk menjangkau santri di pesantren salafiyah, ibu hamil, dan balita yang belum memiliki NIK.

Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Menutup keterangannya, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan implementasi.

“Jika ada kendala dalam implementasi MBG, kami akan terus memperbaikinya demi memastikan 100 persen anak Indonesia mendapatkan hak gizi yang layak sekaligus pendidikan karakter yang baik,” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu