Suasana haru dan gembira menyambut kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SLB Mandiri Putra, Karanganyar (21/11/2025). Sekolah yang berada di Dusun Randusari, Desa Jumapolo ini resmi bertransformasi setelah melalui proses revitalisasi sejak Agustus lalu. Kini wajahnya benar-benar berubah: lebih luas, lebih nyaman, dan lebih ramah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Peresmian dilakukan langsung oleh Mendikdasmen, didampingi Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Tatang Muttaqin, Sekretaris Ditjen Muhammad Hasbi, Direktur PK dan PLK Saryadi, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memastikan pendidikan bermutu dapat dinikmati oleh semua anak Indonesia, tanpa terkecuali.
“Apa pun kondisinya, di mana pun mereka berada, layanan pendidikan bermutu adalah hak setiap anak. Revitalisasi SLB Mandiri Putra ini adalah bagian dari upaya mewujudkan generasi unggul Indonesia,” ujarnya.
Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, yang turut hadir, tak kuasa menyembunyikan kekagumannya. Menurutnya, tampilan baru SLB Mandiri Putra bisa menjadi model pengembangan SLB di Karanganyar.
Sekolah sebagai Rumah Kedua
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto pada 2 Mei 2025 tercatat bergerak cepat dan melampaui target. Dari target awal 982, total 2.000 satuan pendidikan berhasil direvitalisasi. Khusus SLB, jumlahnya mencapai 385, lebih dari dua kali lipat dari target awal 155 sekolah.
Dirjen Tatang Muttaqin memuji progres SLB Mandiri Putra yang dinilai sangat sigap dan terorganisasi.
“Dengan revitalisasi yang selesai tepat waktu, para murid bisa segera kembali belajar di lingkungan yang lebih layak dan mendukung perkembangan mereka,” ujarnya.
Kepala SLB Mandiri Putra, Ita Sulistyowati, menyebut sejak awal pihak sekolah bertekad menghadirkan lingkungan yang membuat semua warga sekolah merasa aman dan nyaman.
“Kami lembaga non-profit, sehingga yang bisa kami berikan adalah kenyamanan. Kami ingin guru merasa sekolah ini adalah rumah kedua,” kata Ita.
Salah satu yang paling membuat murid antusias adalah ruang perpustakaan baru yang sebelumnya belum pernah mereka miliki. Sebanyak 60 murid setiap hari menanyakan kapan mereka bisa kembali belajar di bangunan baru itu.
Kegembiraan Murid dan Orangtua
Kebahagiaan siswa tampak jelas. Wahyu Nugroho, murid SMALB dengan disabilitas low vision, sulit menyembunyikan rasa senangnya melihat perpustakaan baru lengkap dengan kursi sofa yang empuk, ruangan berpendingin udara, serta koleksi buku yang lebih beragam.
“Dulu kami hanya bisa membaca di pojokan kelas yang sempit. Sekarang saya bisa membaca di tempat yang enak dan adem,” ujarnya ceria.
Ibunya, Warti, juga menyampaikan rasa syukurnya. Menurutnya, peningkatan fasilitas ini makin meyakinkannya bahwa anak-anak mendapat layanan pendidikan yang lebih baik.
“Guru-gurunya sudah sangat tulus dan kompeten, sekarang ditambah fasilitas yang mendukung. Kami bersyukur,” katanya.
Ruang Ideal untuk ABK
Revitalisasi SLB Mandiri Putra meliputi pembangunan 10 ruang kelas baru, menggantikan ruang lama yang masih berbentuk bilik bersekat. Kini ruang-ruang tersebut lebih luas, terang, dan mampu menampung murid dengan lebih layak.
Fasilitas lain yang dibangun antara lain:
- ruang perpustakaan
- ruang pembelajaran khusus
- toilet ramah ABK dengan akses kursi roda
- toilet duduk untuk tunadaksa
Semua didesain sesuai kebutuhan anak berkebutuhan khusus, sehingga benar-benar nyaman dan aman digunakan.
Dengan wajah baru ini, SLB Mandiri Putra kini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh, ruang aman, dan rumah kedua bagi murid, guru, dan seluruh warganya.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments