Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mendikdasmen RI Nyalakan Semangat Ibadah Pelajar Lewat Deklarasi Cinta Al-Qur’an

Iklan Landscape Smamda
Mendikdasmen RI Nyalakan Semangat Ibadah Pelajar Lewat Deklarasi Cinta Al-Qur’an
Mendikdasmen RI saat menandatangani Deklarasi Anak Cinta Masjid dan Al-Qur'an. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana Masjid Al Jihad Banjarmasin terasa berbeda pada Jumat malam (14/11/2025). Usai jamaah Isya, ribuan pelajar Muhammadiyah mulai memadati halaman masjid.

Seragam sekolah mereka—berwarna-warni khas SD/MI hingga SMA/SMK—bercampur dengan beberapa pelajar yang mengenakan seragam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Wajah-wajah muda itu tampak antusias. Malam itu, mereka tidak hanya hadir untuk mengikuti pengajian umum, tetapi juga menjadi saksi lahirnya sebuah gerakan penting bagi dunia pendidikan dan moral remaja.

Pengajian ini menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Beliau hadir dalam rangkaian CRM Award VI 2025 dan memimpin langsung Deklarasi Gerakan Pelajar dan Remaja Cinta Al-Qur’an, Masjid, dan Tahajud.

Deklarasi yang Menggetarkan 1.500 Pelajar

Pengucapan ikrar dilakukan dengan penuh khidmat dan disaksikan oleh seluruh peserta CRM Award VI dari berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 1.500 pelajar Muhammadiyah se-Banjarmasin turut serta, mewakili jenjang pendidikan berbeda. Tiga siswa menjadi pembaca ikrar utama:

  • Barri Muhammad Raziqin, MI Muhammadiyah Al Furqan
  • Muhammad Khairi Kurnia, SMP Muhammadiyah 2 Banjarmasin
  • Muhammad Nizar, SMK Muhammadiyah 2 Banjarmasin

Mereka berdiri di hadapan jamaah dengan lantang, seakan membawa amanah besar generasi muda Islam.

Menurut Agus Setiawan Riyadi, M.Pd., Wakil Sekretaris Panitia sekaligus Kepala SMP Muhammadiyah 3 Banjarmasin, sebanyak 35 sekolah Muhammadiyah di kota tersebut mengikuti deklarasi ini. Khusus wilayah PCM Banjarmasin 4, semua siswa dari kelas 5 SD hingga tingkat SLTA diwajibkan hadir. Sementara sekolah lain di Banjarmasin mengirimkan masing-masing sepuluh siswa sebagai perwakilan.

“Kalau semua siswa hadir jumlahnya bisa 6.000 lebih,” ujar Agus sambil tersenyum. Karena itu, panitia membatasi jumlah peserta dari sekolah non-PCM Banjarmasin 4.

Tidak Berhenti pada Seremoni

Deklarasi ini bukanlah kegiatan seremonial semata. Menurut Agus, gerakan ini adalah bentuk implementasi nyata dari Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang digagas Kemendikdasmen PP Muhammadiyah.

Setiap sekolah diminta menindaklanjuti deklarasi ini dalam bentuk program konkret, seperti: I’tikaf pelajar, Karantina tahfidz, Gerakan Galak Subuh, Pembiasaan membaca Al-Qur’an, dan Penguatan adab dan akhlak keseharian

“Harapannya, lahir generasi yang cinta masjid dan cinta Al-Qur’an,” tutur Agus. “Kalau itu tertanam, ibadah mereka akan lebih tertata. Mereka akan terbiasa bangun pagi untuk Subuh, membaca Al-Qur’an, lalu berolahraga, makan makanan bergizi, hingga tidur lebih cepat agar bisa bertahajud di sepertiga malam.”

Agus menambahkan bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut juga akan membentuk karakter pelajar yang mandiri, sehat, disiplin, dan berakhlak baik di tengah masyarakat.

Malam Ketika Semangat Ibadah Muda Melejit

Pengajian yang disampaikan Prof. Abdul Mu’ti semakin menguatkan suasana malam itu. Pesan-pesan beliau tentang pentingnya membangun budaya literasi Al-Qur’an dan kecintaan pada masjid seakan menemukan momentum tepat: di hadapan ribuan pelajar yang sedang mencari arah, ruang, dan identitas diri.

Malam itu, Masjid Al Jihad menjadi saksi bahwa gerakan kebaikan bisa dimulai dari langkah kecil: sebuah ikrar, suara lantang anak-anak, dan tekad untuk menjadi generasi beradab dalam tuntunan Al-Qur’an.

Dan dari Banjarmasin, gelombang semangat itu mulai menyebar. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu