Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau langsung dampak banjir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, sekaligus menyerahkan bantuan pemulihan pendidikan senilai lebih dari Rp5,7 miliar bagi 423 sekolah pada Jumat (5/12/2025).
Selain menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kepala sekolah, perwakilan murid, keluarga, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Mendikdasmen juga mengajak warga sekolah untuk melanjutkan kehidupan dan bangkit guna memulihkan ekosistem pendidikan khususnya di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Kami menyampaikan duka cita sedalam dalamnya kepada keluarga yang mengalami musibah. Semoga para korban yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberikan kesabaran serta ketabahan,” ujarnya di SMP Negeri 1 Tanjung Raya, Sumatra Barat.
Mu’ti juga mengajak masyarakat untuk bangkit dan tetap bersemangat.
“Bencana ini bukan sesuatu yang kita kehendaki, namun sebagai orang yang beriman kita harus tetap tabah menghadapinya sambil terus berupaya melakukan yang terbaik ke depan,” tuturnya.
SMPN 1 Tanjung Raya merupakan salah satu dari 423 sekolah di Sumatra Barat yang terdampak banjir. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengalokasikan lebih dari Rp5,7 miliar untuk bantuan operasional pendidikan bagi satuan pendidikan yang terdampak di Provinsi Sumatera Barat.
Bantuan itu secara simbolis diserahkan oleh Mendikdasmen kepada 22 perwakilan sekolah dari berbagai jenjang yang hadir di SMPN 1 Tanjung Raya.
Besaran bantuan operasional mencakup Rp10 juta untuk PAUD, Rp15 juta untuk SD, Rp20 juta untuk SMP, serta Rp25 juta untuk SMA dan SMK. Untuk memastikan ketepatan penyaluran, Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah akan melakukan verifikasi faktual ke seluruh sekolah terdampak.
Bantuan tahap awal yang diberikan di Sumbar terdiri atas 1.500 paket school kit untuk jenjang PAUD hingga SMA/SMK, 100 paket family kit untuk guru, paket sembako, serta 25 tenda sekolah darurat.
Dua tenda telah dimanfaatkan sebagai ruang belajar sementara dan satu tenda lainnya akan dipasang menyesuaikan kondisi di lokasi. Kehadiran tenda-tenda darurat ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan pembelajaran tatap muka di wilayah terdampak.
Selain bantuan sarana pendidikan, Kemendikdasmen juga menyalurkan santunan bagi guru dan murid yang meninggal dunia maupun dirawat di rumah sakit.
Enam guru yang meninggal menerima santunan sebesar Rp10 juta per orang, sementara empat guru yang dirawat menerima bantuan Rp5 juta.
Untuk peserta didik, santunan sebesar Rp5 juta diberikan kepada 20 murid yang meninggal dunia dan Rp2 juta kepada murid yang sedang menjalani perawatan. Total anggaran santunan dan bantuan pengobatan berjumlah Rp293 juta.
Selain itu, Kemendikdasmen menyediakan pinjaman 1 perangkat Starlink untuk mendukung pembelajaran daring dan lebih dari seribu paket sembako, serta 500 paket makanan ringan.
“Pemberian bantuan ini adalah bagian dari upaya kami untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Sumatra Barat. Harapan kami, para murid dapat segera kembali belajar secara tatap muka meskipun dalam kondisi darurat,” jelas Menteri Mu’ti.
Terkait kekhawatiran siswa kelas XII menjelang Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Mendikdasmen menjelaskan bahwa proses seleksi masih memiliki waktu cukup panjang.
“Untuk jalur tanpa tes, hasil TKA sudah ada dan tinggal diumumkan. Untuk jalur tes, pelaksanaannya masih lama. Yang terpenting sekarang adalah memastikan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dan menyelesaikan semester. Sekolah dapat menyesuaikan pola belajar, termasuk dengan sistem shift, sesuai kondisi ruang belajar yang masih dapat digunakan,” sambung Mendikdasmen.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa pemerintah daerah sementara meliburkan kegiatan belajar mengajar untuk jenjang SD dan SMP karena hampir seluruh kecamatan terdampak banjir.
“Evaluasi kondisi lapangan akan dilakukan sebelum menentukan langkah lanjutan, termasuk mekanisme pembelajaran bagi siswa yang akan mengikuti tes dan ujian,” ucapnya.
Penyaluran bantuan ini menunjukkan komitmen Kemendikdasmen untuk hadir secara nyata dalam pemulihan layanan pendidikan di Sumatra Barat.
Melalui dukungan logistik, bantuan operasional sekolah, santunan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, diharapkan proses pembelajaran dapat kembali berlangsung dengan aman dan layak.
Semangat gotong royong dan kepedulian bersama menjadi fondasi penting bagi pemulihan pendidikan di Kabupaten Agam serta wilayah terdampak lainnya di Sumatra Barat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments