Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang (QS. Al-Fatihah: 1, 3). Kasih sayang-Nya begitu besar kepada hamba-hamba-Nya (QS. An-Nahl: 18). Dia juga menanamkan rasa kasih sayang dalam hati manusia, khususnya kepada orang-orang yang beriman (QS. Maryam: 96).
Karena itu, setiap Muslim diperintahkan memiliki rasa kasih sayang, baik kepada sesama manusia maupun lingkungannya (QS. Al-Anbiya: 107).
Kasih sayang kepada sesama dapat diwujudkan, misalnya, orang tua kepada anak atau sebaliknya. Kasih sayang orang tua kepada anak tampak dalam proses mendidik dan mengasuhnya. Disebutkan dalam hadis Aisyah Radhiyallahu ‘anha:
“Datang seorang Arab Badui kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata, ‘Apakah kalian mencium anak laki-laki?’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Aku tidak dapat berbuat apa-apa jika Allah telah mencabut rasa rahmat atau kasih sayang dari hatimu’.” (HR. Bukhari no. 5998 dan Muslim no. 2317).
Sebaliknya, kasih sayang anak kepada orang tua merupakan bentuk bakti. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka mendidik aku di waktu kecil’.” (QS. Al-Isra’: 24).
Dalam memberi kasih sayang, ada tata krama dan adab yang harus diperhatikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kasih sayang kepada hamba-Nya, namun tidak semua orang mendapatkannya.
Di antara yang tidak mendapat rahmat Allah adalah mereka yang tidak mau menyayangi sesama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang.” (HR. Bukhari no. 1284, 6655, 7377, 7448 dan Muslim no. 923).
Adab-Adab Berkasih Sayang:
1. Harus Karena Iman
Allah berfirman:
“Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.” (QS. Al-Balad: 17; QS. Maryam: 96).
2. Ditujukan kepada Sesama Mukmin dan Muslim
Allah berfirman:
“Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (QS. Al-Fath: 29).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, seluruh tubuh turut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari no. 6022; Muslim no. 2586; Ahmad IV/270).
3. Menjadi Landasan Rumah Tangga yang Bahagia
Suami-istri perlu saling berkasih sayang sebagaimana tujuan pernikahan. Allah berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu rasa kasih sayang…” (QS. Ar-Rum: 21).
4. Melestarikan Alam dan Lingkungan
Termasuk menyayangi hewan, tumbuhan, dan benda mati di bumi untuk mencegah kerusakan dan bencana. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sayangilah apa yang ada di bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh (makhluk) yang ada di langit.” (HR. At-Tirmidzi no. 1924).
5. Menjaga Keharmonisan Antar Sesama Manusia
Berlaku baik kepada semua manusia, tanpa memandang suku dan bangsa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang-orang yang saling berkasih sayang akan disayangi oleh Dzat Yang Maha Penyayang. Maka sayangilah penduduk bumi, niscaya Allah yang berada di langit akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Dawud no. 4941).
6. Saling Mendoakan Kebaikan
Mendoakan keselamatan bagi sesama mukmin dan muslim. Allah berfirman:
“Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, ‘Keselamatan atas kalian. Tuhan kalian telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.’” (QS. Al-An’am: 54).





0 Tanggapan
Empty Comments