Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menelusuri Jejak Pahlawan: Siswa Kelas 6 SDM 18 Surabaya Kunjungi Museum Sepuluh November

Iklan Landscape Smamda
Menelusuri Jejak Pahlawan: Siswa Kelas 6 SDM 18 Surabaya Kunjungi Museum Sepuluh November
Khayla Jacinda Putri Aribah, salah satu siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya ini tampak antusias mengikuti kegiatan Pembelajaran Luar Kelas di Museum Sepuluh November, Surabaya. Foto: Mitha Rizky Rachmawati/PWMU.CO
pwmu.co -

Tracing the Path of Heroes, Knowing Our Past, Growing Our Spirit menjadi tema kegiatan Pembelajaran Luar Kelas siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 18 Surabaya yang digelar pada Kamis (27/11/2025) di Museum Sepuluh November, Tugu Pahlawan, Surabaya. Kegiatan ini merupakan metode pembelajaran yang mengajak siswa belajar di luar ruang kelas dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

Sebanyak 100 siswa kelas 6 berangkat menuju Museum Sepuluh November menggunakan angkutan umum (bemo). Setibanya di lokasi, mereka disambut oleh pemandu wisata di depan pintu masuk museum.

“Adik-adik, kebetulan sekali untuk memeriahkan Hari Pahlawan, kami menghadirkan pengalaman luar biasa melalui immersive bertema BAJAWARA di dalam,” ujar Dinda, salah satu tour guide yang bertugas pagi itu.

Dinda menjelaskan bahwa pertunjukan Cross Musea BAJAWARA memadukan teknologi modern guna menampilkan aksi heroik arek-arek Surabaya dalam pertempuran 10 November melalui layar 360 derajat.

“Keren sekali, Ust. Kita bisa menikmati sejarah lewat visual dan audio yang mendebarkan. Terasa lebih hidup dan dekat,” ungkap Khayla Jacinda Putri Aribah, siswi kelas 6.

Selain menyaksikan film 360 derajat, para siswa juga mendapatkan penjelasan seputar sejarah Kota Surabaya, proses pembangunan Tugu Pahlawan, hingga rangkaian peristiwa 10 November. Mereka tampak antusias menyimak setiap informasi yang disampaikan pemandu.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Berbagai koleksi dan diorama yang menggambarkan sejarah Pertempuran Surabaya, seperti foto, senjata rampasan, artefak, hingga diorama elektronik yang menampilkan peristiwa-peristiwa penting, turut menarik perhatian para siswa. Beberapa siswa terlihat serius membaca informasi dan mengamati detail benda-benda bersejarah tersebut.

Para siswa juga menyimak dengan saksama salah satu koleksi utama Museum Sepuluh November, yakni rekaman suara pidato Bung Tomo (sosiodrama). Diorama itu menggambarkan momen ikonik Bung Tomo berada di dekat radio jadulnya—sumber suara pidato bersejarah yang berhasil membakar semangat juang arek-arek Surabaya dalam melawan sekutu.

“… sesuai tema kegiatan ini, harapannya anak-anak tidak hanya mengetahui atau mengenal sosok para pahlawan Indonesia, tetapi juga ikut tumbuh semangatnya, mampu menjaga apa yang telah dicapai, serta terus belajar, tangguh, dan menghargai setiap proses yang dijalani,” ujar Wakil Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Muhammad Zainuddin, S.Pd. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu