Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, SMP Muhammadiyah 8 Gresik menyelenggarakan kegiatan kukurikuler membatik bertema “Warna Tradisi, Goresan Kreasi.”
Kegiatan ini terlaksana pada Rabu-Kamis (08–09/10/2025) di lingkungan sekolah dan terhadiri oleh seluruh siswa dengan penuh antusiasme.
Kegiatan berawal dengan apel dan pengarahan yang terpimpin oleh Kepala SMP Muhammadiyah 8 Gresik, Hj Lilis Jailatun SPd.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa serta menanamkan nilai-nilai kreativitas dan ketekunan pada diri siswa.
“Melalui kegiatan membatik, anak-anak belajar menghargai budaya, melatih kesabaran, dan mengekspresikan ide melalui karya seni yang bernilai tinggi” ungkapnya.
Setelah apel, para siswa mengikuti sesi praktik membatik yang terpandu oleh guru seni budaya. Mereka berkenalan pada sejarah batik Indonesia, berbagai motif tradisional, serta teknik menggambar pola, pemberian malam, dan pewarnaan kain.
Tema “Warna Tradisi, Goresan Kreasi” dipilih untuk menggambarkan semangat menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan inovasi dalam karya seni.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak semarak dan penuh keceriaan. Siswa dengan sabar membuat pola batik masing-masing.
Mulai dari motif klasik seperti parang dan kawung hingga desain modern yang mencerminkan karakter generasi muda. Proses membatik juga menjadi sarana untuk melatih konsentrasi, kerja sama, dan keuletan.
Di akhir kegiatan, karya-karya batik siswa terpamerkan di aula sekolah. Pameran ini menjadi ajang apresiasi atas hasil kerja keras siswa sekaligus bukti bahwa batik dapat menjadi media ekspresi yang kreatif dan membanggakan.
Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah 8 Gresik berharap dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan budaya Indonesia.
Batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi simbol identitas dan kepribadian bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.





0 Tanggapan
Empty Comments