Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menengok Inovasi Teknologi Tepat Guna Mahasiswa KKN UM Surabaya di Kedungpari, Mojowarno, Jombang

Iklan Landscape Smamda
Menengok Inovasi Teknologi Tepat Guna Mahasiswa KKN UM Surabaya di Kedungpari, Mojowarno, Jombang
Potret teknologi tepat guna untuk pengendalian hama serangga menggunakan sinar ultraviolet (UV) bertenaga panel surya oleh Mahasiswa KKN UM Surabaya. (Moh. Faruq Anas/PWMU.CO).
pwmu.co -

PWMU.CO – Pemberdayaan teknologi terus menjadi solusi inovatif untuk berbagai tantangan, termasuk di sektor pertanian di Indonesia.

Kabar gembira datang dari tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya di desa Kedungpari kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.

Di mana, para Mahasiswa berhasil mengembangkan teknologi tepat guna untuk pengendalian hama serangga menggunakan sinar ultraviolet (UV) dengan tenaga panel surya.

Harapannya, inovasi ini dapat menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini bergelut dengan masalah hama.

Bermula dari Keprihatinan

​Ide brilian ini muncul dari keprihatinan Rohmad dayang semendi wungu dan M. irfan wahyu azhari yang merupakan mahasiswa KKN terhadap penggunaan pestisida kimia yang berlebihan oleh petani setempat.

Mereka kemudian merancang sebuah perangkap hama sederhana yang memanfaatkan lampu ultraviolet untuk menarik serangga di malam hari. Sumber energi untuk lampu UV ini sepenuhnya berasal dari panel surya yang terpasang di sekitar area pertanian.

“Kami melihat banyak petani yang masih bergantung pada pestisida,” ujar Rohmat, salah satu anggota tim KKN yang juga merupakan mahasiswa teknik.

“Dengan alat ini, kami harap bisa mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan memberikan solusi yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya” tuturnya.

Perangkat ini bekerja dengan memancarkan sinar ultraviolet yang sangat menarik bagi berbagai jenis serangga nokturnal.

Serangga yang mendekat akan terperangkap dalam wadah yang telah disiapkan di bawah lampu UV. Pada siang hari, panel surya akan mengisi daya baterai yang kemudian digunakan untuk menyalakan lampu di malam hari.

“Prinsipnya sederhana, tapi sangat efektif” jelas Irfan, anggota tim KKN lainnya yang juga mahasiswa teknik. “Kami memilih lampu UV dengan panjang gelombang tertentu yang paling menarik bagi hama umum di sini. Panel suryanya juga kami sesuaikan agar cukup untuk kebutuhan listrik lampu semalaman” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Tanggapan Para Petani

Inovasi ini mendapat sambutan positif dari para petani. Mereka antusias melihat alternatif pengendalian hama yang tidak memerlukan biaya listrik dan mengurangi ketergantungan pada pestisida.

Uji coba di beberapa lahan pertanian menunjukkan hasil yang menggembirakan, dengan penurunan populasi hama yang signifikan.

“Biasanya kami harus menyemprot pestisida beberapa kali dalam seminggu” kata Pak Tani, salah seorang petani yang ikut dalam uji coba. “Dengan alat ini, kami lihat serangganya banyak yang terperangkap, dan tanaman kami jadi lebih sehat. Semoga bisa diterapkan di semua lahan” harapnya.

Keberhasilan tim KKN ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan solusi konkret untuk masalah di tingkat lokal.

Semoga, teknologi tepat guna pengendalian hama dengan sinar ultraviolet dan panel surya ini dapat teraplikasikan di wilayah lain. Hal ini guna mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.

Rohmat dan Irfan berharap inovasi kecil mereka ini dapat memberikan dampak besar bagi kesejahteraan petani dan kelestarian alam.

“Kami sangat senang bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat” tutup Rohmat. “Semoga alat ini bisa terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh lebih banyak petani di seluruh Indonesia” ujarnya.

Irfan, salah satu Teknisi KKN mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah memastikan panel surya dapat menghasilkan energi yang cukup di berbagai kondisi cuaca. “Kami terus melakukan penyempurnaan agar alat ini bisa bekerja optimal” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu