Para Guru dan Asisten Mengajar mata pelajaran Sejarah dari SMA Muhammadiyah 3 Jember melaksanakan Outing Class yang berlangsung, Selasa-Rabu (23-24/09/2025).
Kegiatan ini berlangsung dalam rangka penambahan wawasan bagi siswa-siswi kelas 10 SMA Muhammadiyah 3 Jember. Lebih lanjut, acara ini teramaikan oleh seluruh siswa-siswi dari Kelas 10 yang hadir bersama di Desa Kamal Dusun Duplang.
Outing Class ini berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di lapangan sekolah. Sesuai arahan dari Para Guru dan Asisten Mengajar Sejarah, para siswa-siswi berkumpul menjadi satu di lapangan sekolah dengan membawa perbekalan mereka masing-masing.
Penyemangat Jelang Pembelajaran
Sebelum berangkat menuju Situs Duplang, mereka melakukan sesi foto bersama guna menjadi penyemangat sebelum pembelajaran bermula.
Sesampainya di Desa Kamal Dusun Duplang, mereka turun dari kendaraan lalu berjalan bersama menuju area Situs. Beberapa di antaranya sibuk dengan kamera untuk mengambil Vlog tugas Sejarah. Canda tawa gembira muncul seiring jalan menuju ke Situs Duplang.
Mereka berkumpul pada satu titik sebelum masuk dan mengenal lebih lanjut mengenai “Apa itu Situs Duplang” dan “Apa yang ada di sana?” dengan mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari Para Jupel atau Juru Pelihara dari Situs tersebut.
Di dalam penjelasannya, Ibu Sulihah yang merupakan salah satu Juru Pelihara menceritakan lebih rinci perihal silsilah dari Situs Duplang.
“Nama dari tempat ini awalnya bukanlah Situs Duplang, melainkan Sembah Lasdonu. Alasannya adalah karena berdekatan dengan Alas atau Hutan” terang Sulihah.
Selain itu, lanjut Sulihah, di sana juga terdapat banyak Denu atau yang lebih akrab dengan sebutan Manusia Purba.
“Lalu kenapa dinamai dengan Situs Duplang karena Situs merupakan Benda nilai sejarah sedangkan Duplang sendiri adalah nama dari Dusun Duplang. Terdapat batu bersejarah seperti Batu Kenong Tunggal, Batu Kenong Kembar, Batu Dolmen, dan Batu Menhir yang memiliki sejarah dan kegunaan masing-masing” tegasnya.
Simak Sejarah dan Fungsi Batu-batu
Kegiatan selanjutnya, para siswa-siswi masuk ke dalam area Situs Duplang bersama Para Asisten Mengajar. Mereka mendapat penjelasan perihal sejarah dan fungsi dari batu-batu yang ada di sana. Lalu mengukur tinggi dan lebar dari batu-batu tersebut.
Batu Kenong Tunggal maupun Kembar digunakan untuk menyembah Para Nenek Moyang mereka dengan menaruh beberapa sesajen di sekitarnya.
Kemudian Batu Dolmen berguna sebagai tempat untuk meletakkan mayat, sehingga seringkali ditemukan bekal kubur atau perhiasan dari Sang Mayat.
Juga agar hewan liar tidak memakan mayat tersebut. Terakhir Batu Menhir, berguna untuk menyembah Roh Leluhur dan sebagai penanda kubur.
Salah satu Juru Pelihara, Bapak Wahyudi menyampikan pesannya untuk Para Anak Muda yang datang ke Situs Duplang.
“Karena anak-anak ini sudah tahu sejarah dari terbangunnya Situs Duplang ini. Pesan saya adalah agar kalian dapat meneruskan juga melestarikan agar lebih mengenal lagi tentang Situs ini” pesannya.
Kemudian salah seorang Guru Sejarah, Ibu Arif Hidayana menyalurkan tujuan dari di adakannya Outing Class ke Situs Duplang.
“Diadakannya Outing Class ini agar anak-anak tidak merasa jenuh. Karena pelajaran Sejarah seringkali mendapat label mata pelajaran yang membosankan. Juga agar anak-anak mendapatkan wawasan baru” ungkapnya.
Adapun salah satu Asisten Mengajar, Arif Hidayana, juga menyalurkan tujuan dari pembelajaran ini. “Untuk Anak-anak kelas 10 mengenal materi pembelajaran mereka. Yaitu Masa Praaksara, di masa Megalitikum untuk mempelajari hasil kebudayaannya” pungkasnya.






0 Tanggapan
Empty Comments