“Mari menjadi guru yang penuh inspirasi dengan keteladanan, kebaikan, dan kebermanfaatan,” ungkap Musyrifah S.Ag di depan 400 guru Aisyiyah se-Kabupaten Gresik.
Ajakan ini disampaikan Ketua Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik pada Milad ke-28 Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) di Aula Lantai IV Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik, Sabtu (6/12/2025).
Mengawali sambutan pembinaan dan penguatan, Musyrifah terlebih dahulu menyapa seluruh undangan, termasuk ratusan guru Aisyiyah yang memadati lantai IV GDM.
Seperti biasa, ia selalu menanyakan kabar para tamu dan ibu-ibu guru Aisyiyah. Namun, kali ini ia mengajak mereka menjawab dengan ungkapan lain.
“Bagaimana kabarnya ibu-ibu guru hari ini,” tanyanya.
Kemudian, mereka diarahkan untuk menjawab dengan kalimat, Hatiku penuh cinta, pikiranku penuh harapan, masa depan kan kugenggam. Menurutnya, itu adalah ungkapan yang luar biasa, karena sebagai seorang guru hatinya harus penuh cinta dan kebahagiaan.
“Mereka harus selalu tersenyum penuh syukur di hadapan murid-muridnya,” ujarnya.
Ungkapan kedua, seorang guru dalam pikirannya harus penuh harapan, impian, dan masa depan.
“Dengan demikian guru akan selalu penuh inovasi, karya, dan bertumbuh,” ucap wanita berusia 50 tahun ini.
Terakhir, tambahnya, seorang guru harus yakin bahwa masa depan yang cerah pasti diraih untuk diri sendiri maupun untuk anak didiknya. Selain itu, Musyrifah juga mengucapkan selamat Milad kepada ibu-ibu guru Aisyiyah dengan pantun.
”Makan ketupat lauknya ikan, jangan lupa baca bismillah! Selamat Milad IGABA ke-28, tetaplah jaya guru-guru Aisyiyah!,” ucapnya lantang penuh semangat, diikuti tepuk tangan meriah para tamu undangan.
“Semoga IGABA Kabupaten Gresik semakin melejit, melesat, maju, dan banyak karya inovasi menuju kemandirian sesuai tema hari ini, yaitu Mewujudkan Kemandirian IGABA dalam Melejitkan PAUD Aisyiyah untuk Generasi Berkemajuan,” harapnya.
Guru Tidak Cukup Mengajar Materi Pembelajaran
Dalam sambutan penguatannya, peraih Juara 1 Anugerah GTK Madrasah Kategori Guru Inspiratif Kabupaten Gresik ini menegaskan bahwa menjadi guru tidak cukup hanya mengajarkan materi-materi pembelajaran, kemudian puas karena muridnya sudah berprestasi.
“Menjadi guru tidak harus sibuk dengan tugas-tugas yang deadline, kemudian ibu-ibu diacungi jempol oleh atasan karena paling rajin dan disiplin di antara yang lain, tidak cukup itu,” tegasnya kembali.
Maka, pada kesempatan peringatan Milad ke-28 IGABA ini, ibu-ibu guru semua harus belajar dari pengalaman sebelumnya untuk menjadi orang beruntung, artinya lebih baik dari sebelumnya.
“Saya mengajak ibu-ibu guru Aisyiyah semua menjadi guru berprestasi yang penuh empati dengan berbagi pengalaman dan pengetahuan,” ajak wanita kelahiran Sidayu, Gresik, ini.
Mari, ajaknya, menjadi guru inspiratif yang penuh inovasi dan berdedikasi.
“Menjadi guru inspiratif tidak hanya banyak karya, namun kebaikan dan ketulusan adalah karya terbaik sepanjang hayat dan menjadi amal jariyah yang tak terputus,” ungkapnya.


0 Tanggapan
Empty Comments