Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengajar dengan Hati, Membangun dengan Keteladanan: Resep Guru Inspiratif Aisyiyah

Iklan Landscape Smamda
Mengajar dengan Hati, Membangun dengan Keteladanan: Resep Guru Inspiratif Aisyiyah
Musyrifah saat menyampaikan pesannya di podium (Foto: Istimewa)
pwmu.co -

Ajakan untuk Berfastabiqul Khairat

Dalam sambutannya, Musyrifah juga menyampaikan pengalamannya saat menjadi juri jurnalistik menulis feature tingkat Jawa Timur, yang pesertanya merupakan perwakilan dari masing-masing kabupaten dan kota.

“Saya hanya membaca cerita peserta sekaligus menilai, tetapi saya serasa keliling daerah di Jawa Timur,” ujarnya.

Di Kabupaten Tulungagung, lanjutnya, di sebuah daerah ada satu sekolah kecil yang dibangun dengan perjuangan. Kondisi sekolah sederhana, bangunan terbuat dari kayu dan bambu, beratapkan seng yang bocor sisa bangunan masjid.

“Bahkan siswanya tidak belajar di dalam kelas layaknya anak sekolah, tetapi di sebuah bangunan kayu seperti gazebo,” kisahnya.

Salah satu gurunya mengikuti ajang lomba dan mendapatkan juara 1 dalam setiap event di tingkat nasional yang hadiahnya cukup banyak.

“Tanpa berpikir panjang, ia menginfakkan seluruh hadiah itu untuk perbaikan ruangan-ruangan di sekolah tersebut dengan uang pribadinya, dan itu dilakukan beberapa kali,” ucapnya haru.

Sampailah sekolah tersebut berdiri kokoh, muridnya semakin banyak, dan hingga hari ini sekolah tersebut mendidik serta mendampingi 34 murid istimewa.

Musyrifah kembali menceritakan kisah yang lain, tepatnya di Kabupaten Ngawi. Di salah satu daerah terpencil, ada sekolah kecil TK Aisyiyah Bustanul Athfal yang berdampingan dengan masyarakat yang heterogen.

Dalam kisahnya, lanjut dia, beberapa tahun yang lalu banyak anak-anak yang terlantar di pagi hari dengan alasan ditinggal bekerja oleh orang tuanya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Kemudian ada salah satu guru bernama Dra. Tri Mahmudah Bhakti, ia mengajak anak-anak tersebut ke rumahnya, diberi makan, dimandikan, sekaligus diberi baju yang rapi, kemudian diajak bersekolah,” kisahnya.

Dengan tangan lembut dan kasih sayangnya, akhirnya masyarakat mulai tertarik untuk menyekolahkan anak-anak di TK Aisyiyah tempat Bu Tri mengajar.

“Bu Tri juga memberikan pembelajaran tentang agama dan ibadah kepada masyarakat sekitar. Bahkan, ia berusaha mencari dana untuk membelikan mukena sebagai alat salat karena hampir sebagian masyarakat tidak punya mukena,” tuturnya.

Dari kisah-kisah di atas, imbuhnya, kita harus banyak belajar bahwa menjadi teladan dan memiliki empati terhadap sekitar itu jauh lebih penting daripada pengetahuan dan keterampilan.

Di akhir sambutannya, Musyrifah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ibu-ibu guru Aisyiyah yang sudah berdedikasi dengan sepenuh hati di amal usaha atau di lembaga masing-masing.

“Teruslah berfastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, serta berusaha menjadi sukses bersama agar cita-cita mencetak generasi emas tahun 2045 akan terwujud. Insya Allah, Allah akan memberikan tempat dan pahala yang mulia bagi ibu-ibu semua, aamiin,” harapnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu