Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa manfaat besar, namun juga menyimpan problem serius seperti bias data, stereotip gender, dan ketimpangan akses.
Dalam konteks inilah Muhammadiyah dipandang memiliki modal sosial, jaringan, dan data yang kuat untuk berkontribusi membangun AI yang beretika dan memberi maslahat luas bagi umat.
Hal ini disampaikan Derry Tanti Wijaya, Associate Professor and Program Coordinator, Data Science, Monash University Indonesia dalam Pengajian Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bertajuk Masa Depan Muhammadiyah di Era Kecerdasan Buatan: Mengembangkan AI yang Berkah, Beretika, dan Berkemajuan di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Jumat (23/1/2026) .
Muhammadiyah, kata Derry, dengan universitas dan rumah sakit serta semua jaringan amal usahanya, punya potensi besar untuk mengembangkan AI sehingga bisa membantu tugas-tugas untuk memajukan umat.
AI bekerja sesuai dengan data yang dimilikinya, sehingga sering ditemukan masalah serius seperti stereotip gender dan etnis.
Karena itu, Derry menilai Muhammadiyah mampu untuk memecahkan berbagai masalah ini. Sebab Muhammadiyah punya jaringan amal usaha yang sangat luas untuk mengembangkan data.
“Makanya Muhammadiyah dengan ada di masyarakat sendiri, misalnya jaringan-jaringan sekolah ya itu di seluruh Indonesia. Bayangkan kalau kita bisa menggunakan data itu untuk melatih model yang lebih inklusif, yang mengerti bahasa-bahasa kita, budaya kita, yang enggak menjawab dengan salah misalnya,” terang Derry.
Dengan posisi Muhammadiyah ini, Ia mendorong terciptanya AI yang berkah dan beretika untuk kemajuan umat.
“Kita harus mengembangkan yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan yang aman dan yang bisa bermanfaat. Nah lagi-lagi itu yang menurut saya posisi Muhammadiyah itu sangat strategis sebenarnya untuk mengembangkan dan menggunakan AI,” tegas Derry.
Selain itu, imbuh Derry, AI yang bisa memberdayakan manusia. Bukan malah yang menimbulkan ketergantungan. AI pasti menyebabkan kesenjangan digital, jadi literasi tentang AI harus cepat ditingkatkan demi memajukan umat.
“Dan di sini sekali lagi menurut saya karena eksistensi Muhammadiyah yang sudah sangat dalam di masyarakat dan juga coverage-nya ya. Jadi posisi ini bisa dipakai untuk leverage, untuk menggunakan dan mengembangkan AI dan juga membentuk AI. Karena kita punya kesempatan untuk shape the kind of AI yang kita inginkan gitu, yang lebih bermanfaat untuk umat dan bisa memajukan umat,”jelas Derry. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments