Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengenal Kalender Muhammadiyah 2026

Iklan Landscape Smamda
Mengenal Kalender Muhammadiyah 2026
Potret Maslahul Falah (Foto: Istimewa)
Oleh : Maslahul Falah Koordinator Divisi Hisab dan Falak Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Lamongan
pwmu.co -

Kalender Muhammadiyah 2026 diterbitkan dan dicetak oleh Suara Muhammadiyah yang beralamat di Grha Suara Muhammadiyah, Yogyakarta. Dalam Kalender Tahun 2026 ini, tanggal 1 Januari 2026 jatuh pada hari Kamis Pon yang bertepatan dengan 12 Rajab 1447 Hijriah.

Kalender ini berakhir pada hari Kamis Pahing, 31 Desember 2026, yang bertepatan dengan 22 Rajab 1448 Hijriah.

Konten Kalender Muhammadiyah 2026

Kalender Muhammadiyah 2026 terdiri atas enam lembar. Setiap lembar memuat dua bulan. Pada setiap lembaran terdapat foto masjid yang bernilai historis. Dalam setiap foto masjid tersebut terdapat tiga hal pokok, yakni (1) keterangan sangat singkat mengenai sejarah, (2) profil masjid, dan (3) video masjid. Dua yang terakhir tertera pada keterangan: Profil lengkap dapat dilihat dengan scan QR code di bawah ini.

Kalender ini juga memuat konversi tanggal Hijriah yang telah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) serta tanggal Tahun Jawa Islam. Selain itu, dicantumkan pula tanggal-tanggal penting yang merupakan hari libur nasional dan cuti bersama.

Tanggal dan bulan Milad Muhammadiyah menurut tahun Hijriah dan tahun Masehi juga ditampilkan, termasuk tanggal Milad Suara Muhammadiyah. Namun, tanggal-tanggal penting kelahiran organisasi otonom Muhammadiyah tidak dicantumkan dalam Kalender Muhammadiyah yang memuat iklan Danantara Indonesia.

Tak ketinggalan, data astronomis terbagi dalam dua bagian, yakni data astronomis KHGT dan data astronomis waktu salat. Data astronomis KHGT pada setiap akhir bulan pada pokoknya terdiri atas dua bagian, yaitu ijtimak dan Parameter Kalender Global.

Dalam Parameter Kalender Global dijelaskan apakah pada saat hari ijtimak tersebut Parameter Kalender Global terpenuhi atau tidak, keterpenuhan Parameter Kalender Global pada hari dan tanggal, serta penentuan tempat atau lokasi.

Terkait lokasi atau tempat tersebut, dicantumkan pula titik koordinat berupa lintang dan bujur, serta ditambahkan zona sesuai tempat atau lokasi tersebut. Untuk penentuan waktu terbenam Matahari (jam), acuan yang digunakan adalah Coordinated Universal Time (UTC).

Selain itu, dipastikan pula ketinggian geosentrik Bulan dan elongasi geosentrik. Dari dua hal pokok tersebut kemudian ditentukan tanggal 1 setiap bulan Hijriah. Untuk rincian detail data astronomis KHGT selengkapnya dapat diakses melalui laman resmi KHGT dalam bentuk aplikasi desktop dan versi mobile, yaitu “HisabMu KHGT” atau “MASA”.

Sementara itu, data astronomis waktu salat dicantumkan dalam dua bagian, yakni jadwal waktu salat Yogyakarta dalam Waktu Indonesia Barat (WIB). Selain waktu salat lima waktu, juga dicantumkan waktu imsak, terbit, dan duha.

Jadwal waktu salat ini setiap bulan ditampilkan pada rentang tanggal 1–5, 6–10, 11–15, 16–20, 21–25, serta 26–28, 26–30, atau 26–31. Karena titik hisab awal waktu salat berada di Yogyakarta, diperlukan adanya konversi waktu dalam satuan menit.

Konversi waktu dalam menit tersebut meliputi Bandung (+11), Banten (+17), Banyumas (+4), Banyuwangi (-16), Bogor (+14), Ciamis (+8), Cilacap (+5), Cirebon (+7), Garut (+10), Jakarta (+14), Jember (-13), Kebumen (+3), Kediri (-7), Klaten (-1), Kudus (-2), Kutoarjo (+2), Lumajang (-12), Madiun (-5), Malang (-9), Mojokerto (-8), Nganjuk (-6), Pamekasan (-13), Pangandaran (+8), Pekalongan (+3), Ponorogo (-5), Purwokerto (+5), Purworejo (+1), Situbondo (-15), Sumenep (-14), Surabaya (-10), Surakarta (-2), dan Tasikmalaya (+9).

Profil Masjid

Pada lembar pertama (Januari dan Februari) ditampilkan Masjid 17 Purwokerto, Jawa Tengah. Secara berurutan, lembar kedua (Maret dan April) menampilkan Masjid Al Muqarrabin, Kota Gorontalo; lembar ketiga (Mei dan Juni) Masjid Al Jihad, Banjarmasin, Kalimantan Selatan; lembar keempat (Juli dan Agustus) Masjid Baitul Mukhlisin, Ponorogo, Jawa Timur; lembar kelima (September dan Oktober) Masjid Taqwa Muhammadiyah, Padang, Sumatera Barat; dan lembar terakhir (November dan Desember) Masjid Husnul Khatimah, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bayang-Bayang Kiblat (Rashdul Qiblah)

Merujuk pada buku Ensiklopedi Hisab Rukyat yang disusun oleh Susiknan Azhari (2008), rashdul qiblah adalah ketentuan waktu ketika bayangan benda yang terkena sinar Matahari menunjuk ke arah kiblat.

Sementara itu, dalam buku Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik (2005), Muhyiddin Khazin menjelaskan bahwa bayangan kiblat terjadi pada saat posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah dan ketika posisi Matahari berada di jalur Ka’bah. Dalam konteks kalender ini, posisi Matahari di atas Ka’bah terjadi dua kali dalam satu tahun Masehi.

Dalam Kalender Muhammadiyah 2026, bayang-bayang kiblat atau saat posisi Matahari di atas Ka’bah terjadi pada 28 Mei 2026 (Kamis) pukul 09.18 UTC atau 16.18 WIB dan pada 15 Juli 2026 (Rabu) pukul 09.27 UTC atau 16.27 WIB.

Gerhana Bulan Total

Kalender Muhammadiyah 2026 juga memuat data astronomis peristiwa Gerhana Bulan Total (GBT). Gerhana ini terjadi pada hari Selasa, 3 Maret 2026, dan terlihat di Asia Timur, Australia, Pasifik, serta Amerika. Gerhana ini juga melintasi wilayah Indonesia.

Tahapan gerhana menurut WIB adalah sebagai berikut: gerhana sebagian mulai pukul 16.50.00, gerhana total mulai pukul 18.04.26, puncak gerhana pukul 18.33.37, gerhana total berakhir pukul 19.02.45, dan gerhana sebagian berakhir pukul 20.17.10.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu