
Penulis Muhsin MK
PWMU.CO – Awal mula penulis mengenal dan akrab dengan Drs H Abdul Rochis MM, saat kami sama sama menjadi Pengurus Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah (PM) periode 1985-1989.
Hasil dari Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Surakarta tahun 1985, Drs H Abdul Rochis MM mendapat amanah sebagai Bendahara Umum pada era Dr H Habib Chirzin, Yogyakarta, sebagai Ketua Umum dan Drs H Imam Syihrowardi, Tulungagung Jawa Timur, Sekretaris Umum.
Saat itu penulis Wakil sekretaris dan Haidar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah sekarang, anggota PPPM. Istri Abdul Rochis berasal dari Kota Yogyakarta.
Abdul Rochis sendiri Bekerja di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Drs H Sutrisno Muchdam, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 1970-1975, 1975-1980 yang merupakan menantu AR. Fachrudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1968-1990.
Anak Pak AR, Drs H Farhan AR, Ketua PDM Kota Depok periode 1990-1995, 1995-2000, 2005-2010, 2010-2015, tetangga Abdul Rochis di komplek BKPM Depok. Ia juga bekerja di BKPM.
Ketika aktif di PPPM, Abdul Rochis beberapa kali mendapat tugas berdua penulis. Di antaranya pertama, menghadiri Musywil Pemuda Muhammadiyah DI Yogyakarta di Bantul. Kedua, Musywil Pemuda Muhammadiyah Sumsel, di Mandar, Pulau Belitung.
Sebelum Bangka Belitung pisah dengan Provinsi Sumsel. Waktu pulang dari Mandar, pesawat terbang ke Jakarta tiketnya habis. Beliau yang bertubuh tinggi dan gemuk, salah satu Ketua DPP KNPI zaman Tjahyo Kumolo, langsung menghadap kepala bandara Pangkal Pinang, Belitung. Akhirnya didapat dua tiket pesawat ke Jakarta.
Suatu perjalanan mendebarkan bersamanya. Tatkala penulis pulang bersama Abdul Rochis usai Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta tahun 1990.
Waktu itu Imam Syihrowardi, Sekum PPPM menderita sakit jantung. Pulangnya ikut bersama kami satu mobil Inova kapsul ke Jakarta. Abdul Rochis yang mengemudi mobilnya sendiri sangat berhati-hati. Agar selama dalam perjalanan tidak membuat yang sakit anfal dan kepayahan.
Dari Yogyakarta kami berangkat menjelang Maghrib. Ternyata jalan yang dilalui melewati jalur tengah. Dari Kota Magelang ke arah daerah Temanggung dan Wonosobo.
Malam hari kami tiba di sebuah Puskesmas daerah pegunungan Dieng Wonosobo, sekitar jam 24.00. Dokter yang tinggal dan bertugas di puskesmas itu sepasang suami istri. Ternyata dokternya itu adik ipar Abdul Rochis. Setelah memeriksa keadaan yang sakit, dokter meminta kami bermalam di puskesmas untuk beristirahat.
Pagi harinya kami bertiga bersiap berangkat meninggalkan Puskesmas. Karena tidak ada obat untuk yang sakit di puskesmas, dokter memberi resep supaya membelinya di apotek. Abdul Rochis berusaha mencari apotek, tapi tidak di kota Wonosobo, Banjarnegara dan Purwokerto, daerah yang kami lewati. Barulah ia menghentikan mobilnya saat tiba di apotek di kota Bumiayu, Brebes. Di apotek itu ia membeli obat yang diperlukan. Ternyata pemilik apotek itu adik iparnya juga.
Di Bumiayu kami sempat beristirahat di rumah pemilik apotek. Setelah itu kami kembali berangkat menuju Cirebon. Di Kota Cirebon Abdul Rochis mencari alamat rumah adik iparnya, Kepala PLN Cirebon.
Kami tiba di rumahnya sekitar jam 14.00 siang. Kami diterima istri adik iparnya yang baru pulang menjemput anaknya dari sekolah. Ternyata istri adik iparnya itu seorang dokter juga. Lalu dia pun memeriksa keadaan jantung Imam Syihrowardi. Diapun memberi tahu, penderita masih kuat untuk sampai kerumahnya di Cijantung, Jakarta Timur.
Kenangan lain, saat persiapan Muktamar Pemuda Muhammadiyah tahun 1989 di Palembang, Sumsel. Ketika itu periodeisasi kepengurusan PP- PM telah dirubah dari lima tahun menjadi empat tahun. Abdul Rochis ditetapkan sebagai Ketua Panitia Pusat Muktamar, sementara Penulis sekretarisnya.
Karena rumah kami berdekatan di Kota Depok, sudah biasa melaksanakan tugas bersama. Termasuk pada saat panitia pusat ke Palembang. Kami berdua bertemu Panitia lokal yang diketuai Damiri Syamsuddin SE, Ketua PWPM Sumsel.
Di antara tugas panitia pusat antara lain mempersiapkan acara dan mencari dana.
Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun





0 Tanggapan
Empty Comments