Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengenang KH Ali Mustafa Yaqub, Penulis Buku Haji Pengabdi Setan

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Mengenang KH Ali Mustafa Yaqub (Foto suaramuslim.net)

Mengenang KH Ali Mustafa Yaqub, Penulis Buku Haji Pengabdi Setan; Oleh M Anwar Djaelani, penluis buku-buku inspiratif

PWMU.COHaji Pengabdi Setan, judul buku yang menarik! Sayapun memutuskan untuk membeli buku karya Prof KH Ali Mustafa Yaqub MA itu pada pertengahan 2006. 

Saya beli, karena dua alasan. Pertama, judul buku itu provokatif. Bukankah, berhaji itu mulia di depan Allah? Lalu, adakah yang salah, kok didakwa sebagai pengabdi setan?

Kedua, penulis buku itu seorang profesor (ilmu) hadits di Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta. Dia juga ahli fiKih yang tidak saja cakap berceramah, tapi mahir pula menulis. Dari tangannya lahir puluhan buku. Artinya, dia memiliki kompetensi dan otoritas ilmiah untuk menulis soal haji.

Seperti kita ketahui, sekarang rata-rata buku baru yang beredar di pasaran bersegel plastik. Memang dengan cara itu buku bisa lebih “awet”. Hanya saja, kita lalu tidak bisa melihat isinya termasuk sekadar untuk mengetahui Daftar Isi-nya.

Hikmah Itu

Setelah buku itu saya beli dan segel plastik saya buka, saya agak kecewa. Ternyata, buku itu kumpulan tulisan. Buku itu menghimpun sejumlah makalah yang pernah disampaikan penulis di berbagai kesempatan. Juga, berisi artikel-artikel penulis yang pernah dimuat di sejumlah media. Artinya, buku itu seluruh isinya tidak khusus membahas tentang haji dan dalam perspektif “Pengabdi Setan”. 

Iklan Landscape UM SURABAYA

Hanya saja, rasa kecewa saya sebentar saja. Setelah itu, saya bisa menangkap sisi positif dari buku yang berupa kumpulan makalah/artikel tersebut. Apa itu? Alhamdulillah, bahwa dengan hanya membeli atau memiliki satu buku, saya bisa mendapatkan 30 bahasan yang menarik antara lain seperti “Pluralisme Agama dalam Pandangan Islam” atau “Membongkar Kepalsuan Kisah Yusuf-Zulaikha”.

Sementara, dari 30 judul yang tersaji di buku itu, hanya empat yang bertalian dengan masalah haji. Intinya, sang penulis buku mengkritik keras mereka yang tergolong kemaruk berhaji. Mereka, adalah siapa saja yang telah menunaikan ibadah (wajib) haji tapi lalu mengulangi (bahkan berulang-ulang) dengan dalih mengamalkan sunnah tanpa memperhatikan kondisi sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya. 

Maka, gugat Ali Mustofa Yaqub, apakah berhaji berulang-ulang itu mereka niati semata untuk Allah? Ataukah, sejatinya mereka mengikuti bisikan setan agar di mata awam dinilai mulia? Jika motivasi yang disebut terakhir ini yang mendorong, maka berarti kita berhaji bukan karena Allah melainkan karena perintah setan.

Singkat kata, saya yang awalnya kecewa membeli buku model kumpulan makalah/artikel, tapi setelah membaca keseluruhan isi buku yang padat dan bernas itu saya justru memberi apresiasi kepada si penulis.

baca sambungan di n halaman 2: Padat Amal

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu