
Contoh dan Motivasi
Ali Mustofa Yaqub produktif menulis. Beberapa buku karyanya, di antaranya: Imam Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadits (1991); Kritik Hadits (1995); Peran Ilmu Hadis dalam Pembinaan Hukum Islam (1999); MM Azami Pembela Eksistensi Hadits (2002); Hadits-Hadits Bermasalah (2003); Hadits-Hadits Palsu Seputar Ramadhan (2003).
Juga, Kriteria Halal-Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits (2009); Nikah Beda Agama dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits (2005); Imam Perempuan (2006).
Pun, Nasihat Nabi kepada Pembaca dan Penghafal Al-Qur’an (1990); Sejarah dan Metode Dakwah Nabi (1997); Kerukunan Umat dalam Perspektif Al-Qur’an dan Hadits (2000); Pengajian Ramadhan Kiai Duladi (2003); Toleransi Antar-umat Beragama (2008); Ada Bawal kok Pilih Tiram (2008); dan 24 Menit Bersama Obama (2010).
Untuk buku berjenis kumpulan tulisan, kecuali Haji Pengabdi Setan (2006), ada lagi judul lain yaitu: Islam Masa Kini (2001); Fatwa-Fatwa Masa Kini (2002); Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal (2007); Provokator Haji (2009); Islam di Amerika (2009); Islam Between War and Peace (2009).
Untuk buku yang disebut terakhir, merupakan buku yang dihadiahkan kepada Obama. Itu terjadi saat Obama berkunjung ke Istiqlal.
Sebelum dia wafat, masih sempat menyusun beberapa buku. Di antaranya adalah Islam is not Only for Muslim yang ditulis dalam bahasa Inggris. Selain itu, berjudul Titik-Temu NU-Wahabi yang diterjemahkan ke bahasa Arab dengan judul Al-Wahabiyah wa Nahdlatul Ulama: Ittifaqun fi al-Ushul la Ikhtilaf.
Bagi Ali Mustofa Yaqub, dakwah yang dilakukan melalui tulisan lebih banyak manfaatnya daripada yang hanya dilakukan melalui lisan. Tulisan akan tetap kekal walaupun penulisnya sudah meninggal dunia (Al-khattu yabqa zamanan fil ardhi wal katibul khatti tahta al-ardhi madfunun).
“Wa la tamutunna illa wa antum katibun (Jangan mati kecuali Anda sudah menulis karya,” pesan Ali Mustofa Yaqub berulang-ulang dalam berbagai kesempatan (https://darussunnah.sch.id/profil-kh-ali-mustafa-yaqub/).
Serasa Masih
Ali Mustofa Yaqub wafat pada 28 April 2016. Meski telah tiada, kita yang ditinggalkan serasa masih bersamanya. Tak lain, karena berbagai karya tulisnya, artikel dan buku, masih setia menemani kita.
Alhamdulillah, Sang Penulis-Ali Mustofa Yaqub-masih tetap terasa dekat. Membersamai kita saat mempelajari ilmu-ilmu agama lewat buku atau bentuk tulisan lain yang pernah dibuatnya. Semoga Allah selalu rahmati salah satu teladan kita itu. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni






0 Tanggapan
Empty Comments