Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengenang KH Sugianto: Ulama Muhammadiyah Penulis Kitab Tarjamah Al-Qur’an Basa Jawi As-Salam

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
KH Sugianto penulis buku terjemah Al-Quran basa jawi as-salam. (Dokumen pribadi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tidak banyak ulama Muhammadiyah yang menulis tafsir atau terjemahan al-Qur’an dalam bahasa daerah. Salah satu yang layak dikenang adalah KH Sugianto, pendiri Pondok Pesantren Modern As-Salam Temanggung, Jawa Tengah, yang menulis Tarjamah al-Qur’an Basa Jawi As-Salam.

Perjumpaan pertama dengan kitab langka ini dialami oleh penulis bersama almarhum Ustadz Munzayin Abdul Wahab Lc saat berkunjung ke Pesantren As-Salam pada 1990-an. Jelang kepulangan, KH Sugianto menghadiahkan enam jilid kitab Tarjamah al-Qur’an Basa Jawi kepada tamunya.

Meskipun tak fasih berbahasa Jawa, penulis terpukau. Ternyata ada seorang kiai Muhammadiyah yang dengan telaten menyusun terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Jawa, bukan dari kalangan budayawan konvensional, tetapi justru berlatar pesantren modern.

KH Sugianto adalah alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor, yang juga mahir berbahasa Arab dan Inggris. Ia mendirikan Pesantren Modern As-Salam di Temanggung dengan sistem pendidikan Gontor. Salah satu santriwati yang cukup dikenal hasil binaannya adalah Hj Nok Yam Suyami, ulama perempuan Temanggung.

Kitab Tarjamah al-Qur’an Basa Jawi As-Salam ditulis dengan nama samaran H. Abu Taufiq S. dan diterbitkan oleh CV Hafara Temanggung pada 1995 (VI/’95). Kitab ini telah ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushaf al-Qur’an Kementerian Agama RI pada 1415 H/1995 M, dan ditandatangani oleh ketuanya saat itu, Drs H Hafidz Dasuki MA.

Kitab tersebut terdiri dari enam jilid, masing-masing mencakup lima juz al-Qur’an:

  • Jilid I: Juz 1-5
  • Jilid II: Juz 6-10
  • Jilid III: Juz 11-15
  • Jilid IV: Juz 16-20
  • Jilid V: Juz 21-25
  • Jilid VI: Juz 26-30

Dalam kata pengantarnya, KH Sugianto mengutip Qs Yusuf:2 sebagai landasan penting penerjemahan: “Satemene ingsun nurunake Al Kitab mau kanthi awujud l Qur’an nganggo basa Arab supaya sira kabeh padha bisa mahami.”

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia menjelaskan motivasinya menulis kitab ini: “Dorongan menerjemahkan al-Qur’an ke dalam Bahasa Jawa datang dari niat pribadi yang telah lama terpendam di hati, serta dari sahabat dan para khatib Jumat serta mubaligh yang mendorong agar al-Qur’an dapat dipahami umat secara lebih luas.”

KH Sugianto wafat pada tahun 2000 dan dimakamkan di Temanggung. Namun amal jariahnya terus hidup. Selain pondok pesantren yang terus berkembang dan menjadi salah satu dari tujuh pesantren terbaik di Temanggung, ia juga mewariskan karya monumental lainnya seperti buku Khutbah Jumat Basa Jawi yang telah digunakan oleh banyak khatib dan mubaligh.

Semoga Allah menerima amal jariyah beliau dan mengampuni segala dosanya. Aamiin. (*)

Penulis Muhsin MK Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu