Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengetuk Pintu Langit, Meraih Ampunan di Bulan Ramadan

Iklan Landscape Smamda
Mengetuk Pintu Langit, Meraih Ampunan di Bulan Ramadan
Guru Matematika MTsM 01 Pondok Modern Paciran, Ismawati, S.Pd. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Ismawati, S.Pd. Guru Matematika MTs.M 01 Pondok Modern Paciran
pwmu.co -

Bulan Ramadan adalah bulan yang senantiasa dinanti oleh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Ramadan adalah momentum spiritual untuk “mengetuk pintu langit” dengan doa, taubat, dan amal saleh, agar Allah SWT berkenan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Takwa bukan hanya soal ritual, tetapi kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Ketika seseorang berpuasa dengan iman dan penuh pengharapan, ia sedang melatih jiwanya untuk tunduk, sabar, dan ikhlas.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjadi kabar gembira bagi kita semua. Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri dari dosa masa lalu.

Namun, ampunan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia harus dijemput dengan kesungguhan taubat, memperbanyak istighfar, memperbaiki ibadah, serta menjaga hati dari penyakit seperti iri, dengki, dan sombong.

1. Ramadan: Bulan Taubat dan Istighfar

Dalam bulan Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ini menunjukkan bahwa Allah memberikan suasana yang kondusif bagi hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya.

Taubat yang tulus (taubatan nasuha) mensyaratkan tiga hal: menyesali dosa, berhenti dari perbuatan dosa, dan bertekad tidak mengulanginya.

Allah SWT berfirman:

“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Mengetuk pintu langit berarti menghadirkan hati yang penuh harap dan takut (raja’ dan khauf). Kita berharap ampunan-Nya, sekaligus takut akan murka-Nya.

2. Doa: Kunci Pembuka Pintu Langit

Ramadan juga dikenal sebagai bulan doa. Di antara rangkaian ayat tentang puasa, Allah menyisipkan ayat tentang doa:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ayat ini memberi pesan bahwa Allah sangat dekat dengan hamba-Nya. Doa adalah bentuk komunikasi langsung antara seorang hamba dengan Rabb-nya.

Terlebih pada saat-saat mustajab seperti menjelang berbuka, sepertiga malam terakhir, dan pada malam Lailatul Qadar.

Maka, jangan biarkan Ramadan berlalu tanpa memperbanyak doa. Doakan diri, keluarga, umat, dan negeri agar diberi keberkahan dan keselamatan.

3. Lailatul Qadar: Malam Mengetuk Langit dengan Kesungguhan

Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Pada malam itu, malaikat turun membawa ketetapan dan keberkahan.

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca ketika berharap bertemu Lailatul Qadar:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Doa ini menunjukkan bahwa puncak harapan seorang mukmin di bulan Ramadan adalah ampunan Allah.

4. Ramadan sebagai Madrasah Perubahan

Ramadan adalah madrasah ruhani. Ia mendidik kita untuk disiplin waktu, menjaga lisan, menahan amarah, dan memperbanyak sedekah.

Jika setelah Ramadan perilaku kita tidak berubah menjadi lebih baik, maka ada yang perlu kita evaluasi dalam ibadah kita.

Mengetuk pintu langit bukan hanya dilakukan dengan air mata dan doa, tetapi juga dengan amal nyata: memperbaiki salat, memperbanyak tilawah al-Quran, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjaga ukhuwah.

Penutup

Ramadan adalah hadiah istimewa dari Allah SWT. Ia datang hanya sebulan dalam setahun, namun dampaknya bisa menentukan nasib kita di akhirat.

Jangan sia-siakan kesempatan emas ini. Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum untuk mengetuk pintu langit dengan penuh kerendahan hati, agar Allah membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi kita.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang kembali suci setelah Ramadan, sebagaimana bayi yang baru dilahirkan, bersih dari dosa dan penuh harapan akan rahmat-Nya.(*)

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu