Ratusan siswa SD Muhammadiyah 4 Kota Malang mengikuti rangkaian puncak kegiatan Pesantren Ramadan dengan tema yang menyentuh hati: Menggali Hikmah dari Keteguhan Anak-anak Palestina. Kegiatan yang digelar pada Jumat, (27/2/2026) ini bertujuan untuk menanamkan rasa syukur dan empati mendalam atas perjuangan saudara muslim di tanah para nabi.
Acara puncak ini menghadirkan tamu istimewa, Syekh Mohammad Darwish dari Palestina, yang hadir untuk berbagi kisah sekaligus mengimami Salat Tarawih berjamaah di halaman sekolah yang telah disulap menjadi area ibadah yang syahdu.
Belajar dari Keteguhan Bocah-bocah Gaza dalam sesi tausiyah sesudah tarawih, Syekh Darwish menceritakan bagaimana anak-anak di Gaza, Palestina, tetap semangat menghafal Al-Qur’an dan bersekolah meskipun di tengah keterbatasan dan bayang-bayang konflik. Tema ini sengaja diangkat oleh pihak sekolah agar para siswa di Indonesia dapat memetik hikmah tentang arti kesabaran dan pentingnya menuntut ilmu dalam kondisi apa pun.
“Anak-anak di Gaza adalah cermin bagi kita semua. Mereka mengajarkan bahwa iman adalah kekuatan yang tidak bisa dihancurkan. Melalui tema ini, kami ingin siswa-siswi kami tidak hanya belajar agama secara teori, tapi juga belajar memiliki hati yang peka terhadap penderitaan sesama,” ujar Hana Ayudah, Kepala SD Mupat.
Suasana Salat Tarawih
Dalam pelaksanaan Salat Tarawih berjamaah, lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh Syekh Darwish membuat suasana menjadi sangat hening dan penuh kekhusyukan.
Setelah pelaksanaan salat, Syekh memberikan tausiyah singkat mengenai kondisi terkini saudara-saudara muslim di Palestina. Beliau menekankan pentingnya menjaga persaudaraan sesama muslim (Ukhuwah Islamiyah) dan rasa syukur bagi anak-anak di Indonesia yang masih bisa bersekolah dan beribadah dengan tenang.
Puncak Penggalangan Dana untuk Gaza sebagai bentuk nyata kepedulian, acara ditutup dengan aksi penggalangan dana. Siswa-siswi dengan antusias memberikan donasi terbaik yang sudah dipersiapkan dari rumah bersama orangtua mereka ke dalam kotak amal yang telah disiapkan. Tidak hanya siswa, para guru turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini.
Kepala Sekolah Mupat, Hana Ayudah menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para siswa dan orangtua dalam berdonasi.
“Kegiatan ini bukan sekadar ibadah formalitas, tapi kami ingin menanamkan rasa empati yang mendalam. Kita ingin anak-anak tahu bahwa di belahan bumi lain, ada anak-anak seusia mereka di Gaza yang sedang berjuang,” ujarnya.
Seluruh dana yang terkumpul rencananya akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan Human Inisiatif (HI) untuk membantu kebutuhan pangan dan medis anak-anak di Gaza. Acara diakhiri dengan foto bersama dan mushafahah (bersalam-salaman) sebagai simbol berakhirnya rangkaian kegiatan Pesantren Ramadan tahun ini.
Diharapkan melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu agama secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai kepedulian sosial dan solidaritas internasional sejak usia sekolah dasar. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments