
PWMU.CO – Pengajian Subuh di Masjid An-Nur Muhammadiyah Sidoarjo pada Ahad (2/3/2025) menghadirkan Afifun Nidlom sebagai penceramah. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa membaca al-Quran adalah bentuk komunikasi terbaik seorang hamba dengan Allah serta menjadi kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Afifun menjelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw pernah berkeluh kesah bukan karena kekurangan materi atau penderitaan fisik, tetapi karena umatnya mengabaikan al-Quran. “Dan Rasul berkata, ‘Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mengambil al-Quran dengan pengabaian,’” ujarnya, mengutip salah satu ayat dalam al-Quran.
Ia menyoroti tiga tipe umat dalam berinteraksi dengan al-Quran. Pertama, mereka yang bisa membaca tetapi malas melakukannya. Kedua, mereka yang membaca tetapi tidak berusaha memahami maknanya. Ketiga, mereka yang memahami isi al-Quran tetapi enggan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, Afifun membandingkan empat tipe manusia dalam membaca dan mengamalkan al-Quran. Ada yang membaca dengan suara merdu dan berakhlak baik, ibarat buah uthrujah yang harum dan lezat. Ada pula yang bacaan al-Qurannya kurang merdu tetapi memiliki akhlak baik, seperti buah kurma yang meskipun tidak harum tetap lezat.
Sebaliknya, ada yang membaca dengan suara merdu tetapi perilakunya kurang baik, diibaratkan seperti buah raihan yang harum namun pahit. Terakhir, ada yang membaca dengan suara kurang baik dan akhlaknya pun buruk, seperti buah hadaroh yang tidak harum dan pahit.
“Bulan yang diberkahi telah datang sebagai tamu istimewa. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki interaksi dengan al-Quran,” ujar Afifun.
Ia juga mengingatkan bahwa puasa dan al-Quran akan menjadi syafaat di akhirat. “Sebaik-baiknya kalian adalah yang belajar membaca al-Quran dan mengajarkannya,” tambahnya.
Afifun mengapresiasi mereka yang masih terbata-bata dalam membaca al-Quran. “Mereka mendapat dua pahala, yakni pahala membaca dan pahala karena menghadapi kesulitan,” jelasnya. Sementara itu, bagi yang membaca dengan mahir, kelak akan dibangkitkan bersama malaikat yang mulia.
Sebagai penutup, Afifun mengajak jamaah untuk terus berinteraksi dengan al-Quran dan menetapkan target agar tidak mengabaikannya. “Mari kita jadikan al-Quran sebagai pedoman utama dalam kehidupan dan sumber kebahagiaan sejati,” pungkasnya. (*)
Penulis Moh Ernam Editor Wildan Nanda Rahmatullah






0 Tanggapan
Empty Comments