Makan Buka dan Sahur: Jamuan Istimewa untuk Para Tamu Allah

Tak hanya ibadah yang dipenuhi keberkahan, Masjid Asy-Syifa juga menyajikan makan buka dan sahur istimewa bagi peserta itikaf. Saat bedug Maghrib berkumandang, jamaah disambut dengan hidangan lezat yang disiapkan dengan penuh kehangatan. Berbuka puasa di sini bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga merasakan kebersamaan, menikmati makanan dengan syukur, dan berbagi nikmat dalam kehangatan ukhuwah.
Di sepertiga malam, aroma hidangan sahur menggugah para jamaah yang terlelap. Di tengah kantuk yang masih tersisa, mereka bangun untuk menikmati santapan sahur yang bergizi, mempersiapkan diri untuk kembali menjalani puasa dengan penuh semangat.
Lebih dari sekadar bermalam di masjid, itikaf adalah perjalanan menuju keheningan batin. Di antara sujud panjang dan doa yang mengalir, setiap jamaah menemukan ruang untuk berdialog dengan diri sendiri. Ada yang datang dengan beban dunia, lalu pulang dengan hati yang lebih lapang.
Malam-malam terakhir ini adalah kesempatan. Kesempatan untuk meminta, kesempatan untuk menghapus dosa, kesempatan untuk memulai kembali. Dan di Masjid Asy-Syifa, setiap langkah kecil menuju Allah terasa lebih dekat, lebih hangat, lebih bermakna.
Ramadhan segera pergi, tapi semoga hati yang telah bersih tetap bertahan. Sebab, sejatinya, itikaf bukan hanya tentang malam-malam di masjid, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga cahaya iman itu tetap menyala—bahkan setelah Ramadhan berlalu. (*)
Penulis Ari Kusdiyana Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments