Kota Pahlawan masih terlelap dalam selimut dingin Ahad (25/1/2026) pagi. Jarum jam baru menunjuk angka 05.00 WIB, namun pelataran Hotel Movenpick di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, sudah terasa hidup.
Deru halus mesin motor dan barisan pengendara berseragam menjadi pemandangan kontras di pagi buta itu. Mereka bukan geng motor yang hendak balapan liar, melainkan pasukan elit dakwah jalanan: BikersMu Chapter Surabaya.
Pagi itu, mereka mengemban misi khusus yang tak ringan: mengawal keselamatan dan kelancaran perjalanan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas, SH., M.Hum. Tokoh bangsa ini dijadwalkan mengisi “Kajian Pencerah Ahad Pagi” yang dinanti-nanti ribuan jamaah.
Di bawah sorot lampu jalan yang temaram, Arif Arman, selaku Penanggung Jawab (PJ) Pengawalan, tampak sibuk memberikan arahan. Koordinasi dilakukan dengan presisi tinggi. Tidak ada ruang untuk kesalahan.
“Teman-teman sudah stay dan siaga sejak pagi. Kami ingin memastikan Ayahanda Busyro sampai di lokasi dengan aman dan nyaman,” ujar Arif.
Loyalitas ini bukan tanpa alasan, Masjid Gunungsari Indah (GSI) yang menjadi lokasi tujuan, memiliki ikatan emosional kuat karena merupakan Basecamp resmi BikersMu Chapter Surabaya.
Ketika rombongan mulai bergerak membelah jalanan Surabaya menuju kawasan Karangpilang, formasi pengawalan terbentuk rapi. Mereka menjadi pagar betis berjalan, memastikan sang pemateri terhindar dari kemacetan dan hambatan.
Tiba di Masjid Gunungsari Indah pukul 08.00 WIB, suasana sudah padat. Acara yang dihelat oleh Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya ini mengusung tema berat namun relevan: “Spirit Ta’awun & Nalar Kebangsaan: Merawat Indonesia Kini dan Nanti”.
Kehadiran BikersMu menjadi sorotan tersendiri. Ketua Takmir Masjid GSI, H. Fatoroni, yang sejak awal meminta pengawalan ini, tak bisa menyembunyikan rasa harunya.
“Masjid GSI ini tuan rumah, dan BikersMu adalah bagian dari keluarga kami. Ada tiga kata yang mewakili perasaan kami hari ini: BikersMu Surabaya Keren! Terima kasih atas dedikasi dan loyalitas yang luar biasa,” puji Fatoroni.
Di sela acara yang juga diisi dengan Pengukuhan Jaringan Nelayan Muhammadiyah (JALAMU) yang terdiri dari nelayan daerah pesisir, dari Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Bangkalan, dan lainnya.
Dakwah Roda Dua Diapresiasi Tokoh Bangsa
Dalam momen wawancara eksklusif, Busyro memandang BikersMu bukan sekadar komunitas hobi. Di matanya, ini adalah transformasi dakwah.
“BikersMu ini unik. Meski baru berusia dua tahun, semangatnya dalam kegiatan dakwah sangat terasa. Ini telah menjadi bagian dari metode Dakwah Muhammadiyah zaman now,” ungkap Busyro sambil tersenyum.
Ia pun menitipkan pesan kebapakan kepada para anggota, “Selalu jaga kesehatan. Jalan yang harus ditempuh teman-teman BikersMu masih sangat panjang. Umat butuh energi kalian.”
Senada dengan Busyro, Ketua Majelis Tabligh PDM Surabaya, Ustadz Imam Sapari, M.Pd., dalam sesi ramah tamah menyampaikan harapan besarnya. Ia melihat potensi BikersMu sebagai mitra strategis yang permanen.
“Saya berharap teman-teman BikersMu tetap istiqomah. Tiap Ahad akhir bulan, dalam Kajian Sang Pencerah, kami butuh kalian untuk mengawal para ulama kita. Semoga lelah kalian menjadi lillah,” tuturnya mendoakan.
Tugas BikersMu tak berhenti saat kajian usai pukul 10.00 WIB. Ketika jamaah mulai bubar, mesin motor mereka kembali menderu. Kali ini, mereka harus memastikan Dr. Busyro Muqoddas sampai dengan selamat di Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur untuk agenda penting lainnya.
Arif Arman menutup kegiatan hari itu dengan permohonan maaf yang rendah hati kepada pihak takmir, “Kami memohon maaf jika pengawalan belum maksimal.” Sebuah kalimat yang menunjukkan bahwa di balik jaket tebal dan motor gagah itu, tertanam jiwa kader yang santun.
Hari itu, BikersMu Surabaya membuktikan satu hal: Dakwah tidak melulu soal ceramah di mimbar, tapi juga soal menjaga ulama di aspal jalanan.





0 Tanggapan
Empty Comments