Raut wajah ceria terpancar dari puluhan siswa kelas 1 SD Muhammadiyah 2 Tulangan (SD Muda Tusida) saat mengikuti kegiatan outbound selama dua hari satu malam di Pacet Mini Park (PMP), Mojokerto.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa-Rabu (27-28/01/2026) ini bertujuan untuk melatih kemandirian, kerja sama tim, serta memberikan edukasi di luar ruang bagi para siswa.
Hari Pertama: Adrenalin dan Kreativitas
Setibanya di lokasi pada Selasa pagi, para siswa langsung disambut dengan udara sejuk pegunungan. Rangkaian kegiatan hari pertama berfokus pada pembentukan karakter melalui:
- Edukasi Pembuatan Tempe: Tak hanya bermain, siswa juga belajar proses tradisional pembuatan tempe. Mereka terlihat antusias melihat langsung transformasi kedelai menjadi makanan bergizi kebanggaan Indonesia.
- Fun Games Berkelompok: Berbagai permainan seru dirancang untuk melatih kekompakan dan komunikasi antar teman.
- Flying Fox: Uji nyali, para siswa berkesempatan meluncur dari ketinggian untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri.
Kegiatan hari pertama berakhir dengan momen paling berkesan, yakni Api Unggun. Di bawah langit malam Pacet, para siswa melingkar bersama untuk menikmati kehangatan api unggun sambil menampilkan Unjuk Kreativitas.
Setiap kelas menampilkan bakatnya melalui nyanyian yang menambah hangatnya suasana kebersamaan.
Hari Kedua: Eksplorasi Alam dan Keseruan Air
Semangat para siswa tidak surut di hari kedua. Mengawali pagi dengan senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan:
- Pengenalan Lingkungan, Siswa diajak berkeliling area PMP untuk mengenal berbagai jenis tanaman dan ekosistem sekitar, menumbuhkan rasa cinta terhadap alam ciptaan Allah SWT.
- Renang Bersama: Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan, seluruh siswa menikmati fasilitas kolam renang di PMP. Tawa dan canda pecah saat mereka bermain air bersama teman sebayanya sebelum bersiap kembali ke Tulangan.
”Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak kelas 1 tidak hanya pintar secara akademik. Tapi juga memiliki karakter yang tangguh, mandiri, dan mampu bekerja sama dengan baik sejak dini” ujar Ustadzah U’un, koordinator guru kelas 1.
Penutup yang Khidmat: Tradisi Salaman
Sebelum meninggalkan lokasi dan naik ke bus untuk perjalanan pulang, seluruh siswa berbaris rapi dalam suasana yang khidmat. Kegiatan outbound ini secara resmi berakhir dengan tradisi salaman dengan Ustadz dan Ustadzah.
Momen ini menjadi simbol penghormatan dan kasih sayang, sekaligus ungkapan terima kasih siswa atas bimbingan para guru selama kegiatan berlangsung. Raut wajah lelah namun bahagia nampak jelas saat mereka berpamitan satu per satu.





0 Tanggapan
Empty Comments