Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengintip Rangkaian Acara Peringatan Hardiknas SD Muhita Jember

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
SDM 1 Tanggul

PWMU.CO – Kegiatan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) telah terlaksana oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah 01 Tanggul (SD Muhita) dan para guru, Jumat (02/05/2025).

Upacara ini terlaksana di lapangan selatan balai dusun Krajan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Jember, di sebelah selatan Kampus 2 SD Muhita.

Terlihat para guru dan siswa-siswi mengenakan pakaian adat. Sebelum memulai upacara, para guru pendamping mengatur barisan siswa-siswi.

Agenda kemudian berlanjut dengan zikir pagi bersama demi lancarnya rangkaian acara peringatan Hardiknas.

Ketika upacara bermula, beberapa murid kelas VI-Abdurrahman bin Auf ditugaskan menjadi petugas upacara.

Waktu adalah Uang

Kepala SD Muhita, Nur Sabaha SThI MPdI bertugas menjadi upacara peringatan Hardiknas. Ketika ada aba-aba dari pemimpin upacara agar peserta upacara istirahat di tempat, Sabaha memulai amanatnya.

“Saat ini bersyukur sekali kalian bisa sekolah. Itu kesempatan berharga bagi kalian semua, maka manfaatkan waktu yang sangat berharga ini untuk belajar. Waktu adalah uang. Gunakan waktu kalian untuk belajar. Jangan gunakan untuk hal yang sia-sia” pesannya.

Sabaha juga berpesan kepada siswa-siswi untuk menggunakan gadget dengan bijak. “Banyak hal positif yang ada pada gadget tersebut, namun kalian juga harus menahan hawa nafsu dan menahan diri agar tidak terkena dampak negatifnya” jelasnya.

Lebih lanjut, Sabaha menjelaskan pada peringatan Hardiknas ini juga ada pentas literasi yang menyajikan beberapa penampilan. Di antaranya, pertunjukan menari oleh para juara FLS3N, pertunjukan menari oleh para juara Perkemahan Pandu Pengenal (Perpanal) HW, pembacaan puisi, dan menyanyi.

Selain itu, ada “Magnet Baca” yang terdapat di dekat balai dusun sebelah selatan Kampus 2 SD Muhita.

“Wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah adalah surat Al-‘Alaq. Allah memerintahkan kita untuk Iqra’, maka tumbuhkan selalu semangat kita untuk membaca mengingat budaya membaca kita sangat rendah” tutur Sabaha.

“Ada juga bazar dari wali murid yang dilaksanakan di balai dusun Tanggul Kulon di selatan Kampus 2 SD Muhita. Para wali murid telah mempersiapkan bazar sejak kemarin. Telah tersaji beberapa menu jajanan dan makanan yang pastinya halal dan terjangkau” lanjutnya.

Di akhir amanat, Sabaha menutup dengan ayat Al-Qur’an, tema Hardiknas 2025 dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, dan kutipan dari K.H. Ahmad Dahlan.

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Surat Muhammad ayat 7)”.

Adapun tema dari Hardiknas kali ini adalah ‘Partisipasi semesta wujudkan pendidikan bermutu untuk semua’.

Pesan KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan pernah berpesan ‘Jadilah guru, kembalilah ke Muhammadiyah; jadilah mester, insinyur, dan lainnya, dan kembalilah kepada Muhammadiyah’” pungkasnya.

Ketika kegiatan upacara selesai, acara berlanjut dengan penampilan pentas literasi. Terdapat penampilan tari, menyanyi, dan pembacaan puisi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ada dua siswi yang menyanyi. RR. Aisha Roesmary Djajawinata siswi kelas V-Ibnu Bajjah membawakan lagu Berkibarlah Bendera Negeriku ciptaan Gombloh.

Lagu yang kedua dibawakan oleh Kansa Chelsea Putri Utomo menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Untuk puisi, Kaysha Darline Rafani, siswi kelas IV-Tariq bin Ziyad membacakan puisi berjudul Esensi Pendidikan oleh Nuri Hermawan.

Ketika pertunjukan seni usai, siswa-siswi dipersilakan meninggalkan lapangan upacara menuju ke balai dusun Desa Tanggul Kulon, lokasi stand bazar. Bazar tersebut terhelat oleh para wali murid kelas VI. Menu yang dijual adalah jajanan pasar dan minuman bergizi dengan harga terjangkau.

“Kami menjual jasuka, spaghetti, burger, dimsum, mochi. Harganya mulai Rp3.500,- sampai Rp5.000,-.” Jelas Friska, salah satu wali murid kelas VI-Abdurrahman bin Auf.

“Persiapan sejak dua hari yang lalu mulai membuat jajanannya. Alhamdulillah sudah mulai habis terjual” ungkapnya.

Tak kalah unik, di lapak kelas VI-Abu Hurairah, menjual beberapa macam jajanan dan minuman seperti susu jeli, salad, susu kurma, pudding, sushi, gethuk, dan kue bomboloni.

“Harganya mulai Rp3.000,- hingga Rp7.000,-, yang paling mahal sushi Rp7.000,-,” jelas Tina, selaku penjaja di lapak kelas VI-Abu Hurairah.

Sedangkan di lapak kelas VI-Zaid bin Tsabit menjual beberapa menu seperti cilok daging, tahu walik, donat, sosis, sempol, risoles, dan pudding dengan harga dari Rp3.000,- hingga Rp5.000,-. “Persiapan pembuatan menu mulai 1 hari kemarin,” ungkap Almira selaku wali murid.

Magnet Baca

Di sebelah timur balai dusun, terdapat ruangan milik Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang dijadikan Magnet Baca. Para murid terlihat berkerumun melihat-lihat buku-buku bergambar dan membaca di dalam ruangan yang bersekat kaca sambil membawa belanjaan setelah berkunjung ke bazaar.

Kepala Perpustakaan SD Muhita Yuniarti AMaPust dibantu oleh para guru bertugas mempersiapkan segala hal untuk menumbuhkan minat baca murid.

“Persiapan mulai kemarin mulai menata rak pojok baca, meja, buku-buku yang diminati anak-anak yang kebanyakan dari fiksi, ada juga cerita nabi-nabi. Dengan adanya bazaar ini, harapannya setelah anak-anak membeli jajanan di bazaar bisa mampir di Magnet Baca” jelas Yuni.

Yuni menjelaskan dengan ruangan yang terbuka ini harapannya bisa berganti suasana daripada di ruangan perpustakaan sekolah yang tertutup.

Koleksi buku yang disediakan Magnet Baca adalah koleksi buku terbaru yang mana kebanyakan adalah buku bergambar sehingga menarik siswa SD untuk membaca salah satu dari koleksi buku tersebut.

“Tujuan dari adanya Magnet Baca ini adalah meningkatkan dan menumbuhkan minat baca anak agar literasi lebih baik lagi dan tidak hanya bermain gadget,” tutur Yuni. “Mudah-mudahan bisa menyediakan koleksi lebih banyak lagi” harapnya.

Yuni mengaku bangga karena pengunjung Magnet Baca sangat banyak. “Pengunjungnya alhamdulillah sangat banyak yang tadinya tidak mau ke perpustakaan, sekarang mau mengunjungi di Magnet Baca, minimal melihat-lihat” ungkapnya.

Penulis Muhammad Arief, Editor Danar Trivasya Fikri

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu