Musala Darul Adzkar atau yang akrab disebut Mushala Pojok Kampung dan Musala Kampung Baru, terletak di barat laut Kampung Baru, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Lokasinya berada di sebelah utara SMP Muhammadiyah 12 Paciran (Spemudas Paciran). Sejak berdiri pada (30/1/2017), musala yang disingkat MDA ini terus berkembang menjadi pusat dakwah dan aktivitas keislaman warga.
Berbagai kegiatan syiar Islam rutin digelar di MDA, mulai dari pengajian, latihan qiraah, kajian tematik, hingga pelaksanaan salat lima waktu berjamaah. Kini, mushala ini menjadi pusat dakwah PRM Sendangagung dan salah satu amal usaha Muhammadiyah di tingkat ranting.
Ketua Ta’mir MDA, Yusuf Abidin, S.HI., yang juga anggota Majelis Tabligh PDM Lamongan serta Ketua Majelis Tabligh PCM Paciran, menjelaskan bahwa nama Darul Adzkar terinspirasi dari sebuah masjid di Jakarta Selatan saat dirinya menempuh studi di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta.
Ia menegaskan bahwa mushala ini bukan milik pribadi dan tidak atas nama perseorangan. Statusnya adalah milik umat dengan kepengurusan ta’mir yang ditetapkan melalui SK PRM Sendangagung.
Dari sisi legalitas lahan, tanah Darul Adzkar merupakan wakaf pasangan H. Jusuf dan Hj. Siti Musyarofah dari Jakarta seluas 200 m² dengan nazhir Persyarikatan Muhammadiyah. Selanjutnya, PRM Sendangagung membeli lahan tambahan seluas 574 m² sehingga total luas mencapai 774 m².
Musala resmi digunakan untuk kegiatan pada (1/5/2019) meskipun bangunan saat itu baru satu lantai dan belum sepenuhnya rampung. Pada 2021, pembangunan dilanjutkan dengan penambahan lantai kedua. Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen, dengan sisa penyempurnaan sekitar 20 persen.
Sumber pendanaan pembangunan berasal dari infaq masyarakat serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Semangat gotong royong jamaah menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunan maupun pengembangan kegiatan dakwah.
Ketua PRM Sendangagung, Ahmad Muhtar, M.Pd., menegaskan bahwa Musala Darul Adzkar merupakan bagian dari amal usaha Muhammadiyah yang dibangun dari dana umat dan diperuntukkan sepenuhnya bagi kepentingan ibadah dan dakwah umat. Kepengurusan ta’mirnya ditetapkan melalui SK Nomor 05/SK-PRM/1/2024.
Menurutnya, MDA menjadi kebanggaan PRM Sendangagung, khususnya dalam bidang dakwah. Kegiatan syiar Islam berjalan rutin dan terjadwal dengan menghadirkan mubaligh dari berbagai kota di Jawa Timur, didukung jamaah yang solid dan penuh semangat.
Daftar Tempat Ibadah dan Pusat Dakwah PRM Sendangagung
Selain Musala Darul Adzkar, PRM Sendangagung juga mengelola beberapa tempat ibadah lainnya, antara lain:
- Masjid An-Nur Simpang Lima Sendangagung
- Musala Shobirin Sutho RW 02 Sendangagung
- Musala Al-Abror Lebak RW 02 Sendangagung
- Musala Baitur Rohim RW 02 SMPM 12 Sendangagung
- Musala Darul Adzkar RW 02 Segombang Sendangagung
- Musala At-Taqwa Setuli RW 03 Sendangagung
- Musala Nurul Huda RW 04 Mejero
- Musala Mujahidin RW 04 Suban Raya Mejero
Keberadaan tempat-tempat ibadah tersebut menunjukkan kuatnya geliat dakwah Muhammadiyah di tingkat ranting. Dari musala sederhana di pojok kampung, cahaya dakwah terus menyala, menguatkan peran PRM Sendangagung dalam membina umat dan membangun peradaban berbasis nilai Islam berkemajuan.






0 Tanggapan
Empty Comments