Peran positif terus ditorehkan dalam penguatan jejaring Rumah sakit Muhammadiyah/Aisyiyah Jawa Timur. Dalam upaya memperkuat implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan rumah sakit, Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro (RSA) kembali dipercaya sebagai tempat rujukan studi banding Sistem Informasi Rumah Sakit Muhammadiyah–Aisyiyah (SIRSMA).
Kunjungan tersebut menandai pengakuan terhadap keberhasilan RSA dalam mengintegrasikan nilai-nilai AIK dalam pelayanan kesehatan serta optimalisasi sistem informasi rumah sakit yang berbasis nilai-nilai Islami dan profesionalisme.
Adalah RS Muhammadiyah Tuban, RS PKU Muhammadiyah Surabaya dan RSI Hasanah Muhammadiyah Mojokerto menjadi tamu istimewa dalam stuba yang dilaksanakan Kamis (14/8/2025). Dibagi menjadi 4 BAB, 3 RS peserta langsung menyebar setelah prosesi pembukaan selesai. BAB MRSMA menempati ruang pertemuan Ahmad Dahlan, BAB MSDi di ruang pertemuan Nyai Walidah, BAB PRSMA di ruang perawatan anak 417 dan BAB MBF di gedung baru Ji’rona lantai 5.
Pentingnya Penguatan Jaringan

Direktur RSA Bojonegoro dr Tomy Oeky Prasiska MARS menekankan pentingnya penguatan jaringan sebagai bentuk komunikasi aktif untuk saling membantu.
“Besar harapannya 3 RS yang STUBA kali ini menjadi salah satu RS ke 9 yang akan lolos Akreditasi SIRSMA dengan status bintang 5 Istimewa setelah RS Umum Muhammadiyah Ponorogo. Tahun 2025 harus ada 10 RS dibawa naungan MPKU PWM Jawa Timur yang tersertifikasi SIRSMA,” tandasnya.
Sharing Session menjadi tahapan acara selanjutnya. Dalam prosesnya peserta studi banding dapat bertanya secara teknis tentang strategi implementasi AIK atau proses penyusunan dokumen. Tak terkecuali jika dirasa memerlukan data seperti SPO, program kerja, laporan hasil kegiatan kami siap berbagi ujar Kasubid Diklat RS Aisyiyah Bojonegoro, Ns Suyitno S Kep selaku inisiator studi banding ini.
Setelah jedah Istirahat sholat dan makan siang, Post Conference menjadi acara penutup. Penyampaian hasil belajar selama STUBA RS Aisyiyah Bojonegoro diwakili oleh masing-masing direktur. Antusis dan banyak ide baru yang ditemukan menjadi inspirasi seluruh peserta untuk segera maju dalam penilaian akreditasi SIRSMA. Tepat pukul 14.00 WIB foto bersama dilakukan, dilanjut peserta meninggalkan ruang pertemuan Tan’im sebagai pertanda acara telah usai. (*)
Hayyin





0 Tanggapan
Empty Comments