SMP Muhammadiyah 12 GKB kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu akademik melalui pelaksanaan Reinforcement Test bagi siswa kelas 9 International Class Program (ICP). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu–Jumat (4–6/2/2026) ini diikuti dua kelas, yakni ICP 1 (9 Granada) dan ICP 2 (9 Hadramaut), sebagai bagian dari persiapan menuju evaluasi internasional.
Reinforcement Test dirancang tidak hanya sebagai ujian, tetapi juga sebagai penguatan konsep dan pemetaan kesiapan akademik siswa sebelum menghadapi Cambridge Lower Secondary Checkpoint (May Series) 2026. Seluruh soal berasal dari past papers Cambridge tahun-tahun sebelumnya yang disediakan Cambridge ID 110 Universitas Negeri Malang sehingga sesuai dengan standar ujian internasional.
Tiga mata pelajaran utama yang diujikan meliputi English, Mathematics, dan Science. Ketiganya menuntut penguasaan bahasa Inggris, ketelitian berpikir, serta kemampuan analitis dan ilmiah. Selama pelaksanaan, suasana ujian berlangsung tertib dan kondusif dengan pendampingan guru pengawas.
Koordinator International Class Program SMP Muhammadiyah 12 GKB, Wiwik Indrawati, S.Pd., menjelaskan bahwa Reinforcement Test memiliki peran strategis dalam proses pembelajaran.
“Reinforcement Test ini bertujuan mengukur kesiapan akademik siswa kelas IX dalam menghadapi Cambridge Lower Secondary Checkpoint (May Series) 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil ujian digunakan untuk memetakan kemampuan siswa sebagai dasar penyusunan program perbaikan dan penguatan pembelajaran. Tahun ini, pelaksanaan difokuskan pada kelas IX ICP agar evaluasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Ke depan, kegiatan ini direncanakan dilaksanakan bertahap pada jenjang di bawahnya sebagai persiapan International Progression Test,” jelasnya.
Hasil tes akan dianalisis dan dituangkan dalam laporan evaluasi internal sebagai bahan refleksi sekolah dalam menentukan strategi pendampingan belajar.
Reinforcement Test
Dari sisi siswa, Reinforcement Test menjadi momentum untuk menilai kesungguhan belajar. Kirana Ralia Putri Dharmawan, siswi kelas 9 ICP 2, mengaku telah mempersiapkan diri dengan meninjau materi checkpoint sebelumnya, membaca ulang catatan guru, serta rutin latihan soal Cambridge. Jika mengalami kesulitan, ia berdiskusi dengan teman atau bertanya langsung kepada guru.
“Strategiku fokus memahami konsep, bukan sekadar menghafal. Aku membuat rangkuman materi dan latihan soal pakai timer supaya terbiasa mengatur waktu,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa bagian yang sering salah akan terus ia ulangi hingga benar.
Mathematics menjadi tantangan terbesar baginya.
“Matematika butuh ketelitian tinggi. Kalau salah di awal, hasil akhirnya ikut salah. Karena itu aku harus lebih banyak latihan dan mengecek jawaban dengan teliti,” ujarnya.
Meski begitu, Kirana tetap optimis.
“Aku berharap bisa mendapatkan hasil terbaik sesuai usaha yang sudah aku lakukan. Semoga nilai Reinforcement Test ini menunjukkan perkembanganku dan menjadi bekal untuk Cambridge Checkpoint nanti,” tutupnya.
Melalui Reinforcement Test ini, SMP Muhammadiyah 12 GKB tidak hanya mempersiapkan siswa menghadapi ujian internasional, tetapi juga menanamkan disiplin, refleksi diri, dan semangat belajar berkelanjutan. Sebuah langkah nyata membentuk generasi yang tangguh, percaya diri, dan siap bersaing di tingkat global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments