Suasana Latihan Dasar Kepemimpinan Penghela (LDKP) Hizbul Wathan pada hari kedua kian hangat dan penuh semangat. Menjelang sore hari, antusiasme peserta justru semakin meningkat.
Pertanyaan mendasar tentang siapa sebenarnya Hizbul Wathan dan ke mana arah geraknya terjawab melalui materi kelima LDKP berupa Pendalaman Materi yang dilaksanakan pada Sabtu (24/01/2026).
Bertempat di Aula KH Abdul Fattah, materi kelima ini disampaikan oleh Ramanda Yusup dan dimulai sekitar pukul 14.40 WIB. Sejak awal pemaparan, suasana aula tampak khidmat.
Para peserta menyimak dengan penuh perhatian, seolah diajak menelusuri kembali akar sejarah, tujuan, serta ruh perjuangan Hizbul Wathan.
Dalam penyampaiannya, Ramanda Yusup Ismail menegaskan bahwa pendirian Pandu Hizbul Wathan oleh KH Ahmad Dahlan bukan sekadar membentuk organisasi kepanduan biasa.
Hizbul Wathan lahir sebagai perwujudan panggilan keimanan kepada Allah SWT serta manifestasi rasa takut dan tanggung jawab seorang hamba kepada Sang Pencipta. KH Ahmad Dahlan mendirikan Hizbul Wathan dengan kesadaran penuh bahwa setiap amanah kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Ia juga menekankan bahwa janji dan undang-undang Hizbul Wathan tidak cukup hanya dibaca atau dihafalkan. Seluruhnya harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai dan gerak Hizbul Wathan berporos pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai landasan utama dalam membentuk karakter kader yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Ramanda Yusup menyampaikan bahwa para anggota Hizbul Wathan sejatinya adalah orang-orang pilihan yang Allah SWT kehendaki untuk mengemban amanah perjuangan. Amanah tersebut bukanlah perkara ringan, sehingga harus dijalankan dengan kesungguhan, keikhlasan, serta komitmen yang kuat.
Sebanyak 66 peserta LDKP mengikuti materi ini dengan penuh kekhusyukan. Tidak sedikit dari mereka yang tampak merenung dan mengangguk sebagai tanda pemahaman atas pesan-pesan yang disampaikan.
Materi pendalaman ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk menata kembali niat, memperkuat komitmen, dan meneguhkan jati diri sebagai kader Hizbul Wathan.
Melalui proses penanaman nilai yang bersumber dari ajaran dan tradisi Hizbul Wathan, diharapkan akan lahir kader-kader yang tangguh secara mental, kuat secara spiritual, serta siap menghadapi berbagai tantangan dan problematika di masa mendatang.
LDKP hari kedua ini menegaskan bahwa Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan kepanduan, melainkan jalan pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments