Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menguatkan Numerasi Siswa Pesisir Lewat Pembelajaran Kontekstual Berbasis Digital

Iklan Landscape Smamda
Menguatkan Numerasi Siswa Pesisir Lewat Pembelajaran Kontekstual Berbasis Digital
Ilustrasi pembelajaran di kelas (Foto: Freepik)
Oleh : Ahmad Zaynul Atman Program Magister Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
pwmu.co -

Model Pembelajaran Partisipatif

Siswa diajak menjadi subjek aktif dalam pembelajaran melalui:

  • Project-based learning, misalnya siswa ditugaskan menghitung perbandingan hasil tangkapan nelayan setelah melaut.
  • Problem-based learning, dengan mengaitkan numerasi pada solusi masalah nyata di lingkungan sekitar.

Pengembangan Media Pembelajaran Kontekstual

Media pembelajaran dikembangkan dengan mengaitkan numerasi dan budaya lokal pesisir, antara lain:

  • Big Book Digital berbasis kearifan lokal pesisir yang memuat cerita kehidupan nelayan, pengukuran laut, perhitungan hasil tangkapan ikan, serta aktivitas ekonomi pesisir lainnya. Media ini digunakan guru untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa (terlihat pada gambar).
  • Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk membuat video interaktif dan permainan edukatif numerasi yang relevan dengan kehidupan pesisir.

Dengan media kontekstual, siswa dapat melihat keterkaitan nyata antara angka dan pengalaman hidup sehari-hari sehingga kesadaran numerasi meningkat.

Pembelajaran Partisipatif

Model pembelajaran yang aktif dan kolaboratif diterapkan melalui:

  • Project-based learning berbasis situasi pesisir, seperti menghitung hasil tangkapan nelayan setelah melaut.
  • Problem-based learning yang mengaitkan numerasi dengan masalah nyata di lingkungan pesisir.

Metode ini mendorong siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga memecahkan masalah nyata menggunakan angka.

Pelatihan dan Pendampingan Guru

Melalui workshop dan pelatihan, guru diperkuat dalam:

  • merancang pembelajaran numerasi yang kontekstual,
  • menggunakan media digital secara efektif, serta
  • mengelola kelas agar siswa tetap termotivasi mengikuti pembelajaran numerasi.

Pemberdayaan Komunitas dan Orang Tua

Orang tua serta tokoh masyarakat pesisir dilibatkan untuk:

  • memotivasi siswa belajar numerasi di rumah,
  • mengaitkan tugas sekolah dengan aktivitas keluarga atau lingkungan sekitar, seperti menghitung pengeluaran harian dan keuntungan penjualan ikan hasil tangkapan melaut.

Sinergi Guru, Orang Tua, dan Komunitas

Pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif. Guru perlu mendapatkan pelatihan khusus untuk merancang pembelajaran yang memotivasi dan kontekstual. Di sisi lain, peran orang tua sangat krusial dalam mengaitkan tugas sekolah dengan aktivitas di rumah, misalnya menghitung keuntungan dari hasil penjualan ikan.

Kesimpulan Studi Kasus

Kemampuan belajar numerasi di kawasan pesisir merupakan hasil interaksi kompleks antara faktor sosial, budaya, dan keterbatasan fasilitas. Kunci utama perbaikannya terletak pada pendekatan kontekstual. Dengan menjadikan angka sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan keseharian masyarakat pesisir, motivasi dan hasil belajar siswa dapat meningkat.

Permasalahan numerasi di wilayah pesisir bukan hanya persoalan akademik, tetapi juga persoalan sosial dan budaya. Melalui pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal, kemampuan numerasi siswa dapat berkembang dan menjadi bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu