
PWMU.CO– Suasana hangat dan penuh semangat memenuhi aula SD Muhammadiyah Sidayu pada Rabu (23/7/2025), ketika para kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari seluruh Kabupaten Gresik berkumpul dalam kegiatan Penguatan Kepala Sekolah/Madrasah Muhammadiyah.
Acara yang diinisiasi oleh Forum Silaturahmi Kepala Sekolah/Madrasah (Foskam) Gresik ini menjadi momentum penting dalam membangun kepemimpinan transformatif di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Gresik, Fadloli Aziz MPd memberikan pemaparan mendalam tentang urgensi dan karakter utama seorang kepala sekolah Muhammadiyah yang transformatif. Dalam penyampaiannya, Fadloli menyampaikan bahwa perubahan sebuah lembaga pendidikan sangat bergantung pada kualitas kepemimpinannya.
“Kepala madrasah Muhammadiyah hari ini dituntut tidak hanya menjadi pengelola, tetapi pemimpin perubahan. Ia harus menjadi ruh penggerak yang mampu menyatukan visi, membangkitkan semangat, dan menghidupkan nilai-nilai Islam dalam setiap denyut kehidupan madrasah,” ujarnya penuh semangat.
Dia juga menegaskan pentingnya kepala sekolah atau madrasah Muhammadiyah memiliki karakter transformatif. Menurutnya, kepala madrasah yang transformatif adalah kunci dalam menggerakkan perubahan dan kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah.
“Kepala madrasah Muhammadiyah bukan sekadar pengelola administratif. Ia adalah penggerak perubahan, penyambung misi Persyarikatan, dan pelaku transformasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” ungkap Fadloli Aziz di hadapan para peserta.
Ciri Utama Kepala Sekolah atau Madrasah Transformatif

Dalam pemaparannya, beliau menekankan empat ciri utama kepala sekolah/ madrasah transformatif, yaitu:
1. Visioner dan inspiratif, dengan kemampuan membangun arah masa depan madrasah secara kolektif.
2. Memimpin dengan hati, memiliki empati yang kuat kepada guru, siswa, dan masyarakat.
3. Mampu menciptakan budaya kolaboratif, yang menumbuhkan rasa saling mendukung dan percaya.
4. Konsisten memberi keteladanan, menjadikan dirinya sebagai contoh dalam akhlak, kerja keras, dan integritas.
Beliau juga mengangkat sosok KH Ahmad Dahlan sebagai teladan utama pemimpin transformasional, ia menyampaikan bahwa pendiri Muhammadiyah tersebut bukan hanya pencetus gagasan, tetapi juga pelaku langsung dalam dunia pendidikan dan dakwah. Beliau membawa pembaruan dalam pendidikan Islam, turun langsung membina umat, dan menginspirasi dengan keteladanan yang ikhlas dan tulus.
“KH Ahmad Dahlan tidak hanya berbicara perubahan, beliau mewujudkannya. Dan itulah semangat yang harus kita hidupkan dalam jiwa setiap kepala sekolah Muhammadiyah,” lanjut Fadloli.
Tidak hanya itu, ketua Majelis Dikdasmen tersebut juga mengingatkan bahwa peran kepala madrasah Muhammadiyah sangat strategis sebagai: Penyambung misi Persyarikatan di tingkat akar rumput. Penggerak perubahan berbasis nilai Islam dan kesadaran akan takdir pendidikan, dan penjalin sinergi antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat luas.
Tiga Faktor Utama
Di akhir sesi, ia menggarisbawahi bahwa mutu lembaga pendidikan Muhammadiyah ditentukan oleh tiga faktor utama:
1. Guru yang bermutu, sebagai ujung tombak pendidikan.
2. Kepala sekolah yang bermutu, sebagai pemimpin dan pengarah jalan.
3. Sistem yang menjamin mutu, yang konsisten dalam evaluasi dan perbaikan.
Lebih dari sekadar kegiatan pembinaan, acara ini menjadi ruang refleksi dan pembaruan semangat bagi para kepala sekolah/madrasah. Mereka bukan hanya dituntut untuk mengelola, tetapi untuk menggerakkan dan membangun sekolah atau madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai dan misi dakwah.
Acara ini berlangsung dengan semangat kekeluargaan dan semangat tajdid ini menjadi momentum penting bagi para kepala madrasah Muhammadiyah di Gresik untuk merefleksikan peran mereka, serta memperkuat komitmen dalam menjadikan madrasah sebagai rumah peradaban dan masa depan umat.
Dengan kegiatan penguatan kepala sekolah/madrasah, Foskam Gresik berharap akan lahir lebih banyak kepala sekolah Muhammadiyah yang transformatif, berani mengambil peran sebagai pelopor perubahan, dan tetap setia menjadi pelayan umat serta penyambung cita-cita besar Muhammadiyah. (*)
Penulis Nurkhan Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments