Jumat (27/2/2026), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Mojokerto Raya menggelar kegiatan Bakti Sosial dan Buka Bersama di Panti Asuhan Muhammadiyah Meri, Kota Mojokerto.
Kegiatan ini melibatkan para santri panti asuhan serta lansia sebagai penerima santunan.
Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad IMM ke-62 yang mengusung tema “Bergerak dan Berdampak untuk Indonesia.”
Tema ini selaras dengan semangat perjuangan IMM yang pada bulan Maret ini genap berusia 62 tahun.
Momentum milad tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga sebagai refleksi atas peran dan kontribusi nyata organisasi bagi masyarakat.
Menggandeng Kepolisian, Wujud Kolaborasi Nyata
Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan Polres Mojokerto Kota sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan aparat penegak hukum.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Kota, Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., beserta jajaran.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Muhammadiyah, khususnya kader IMM Mojokerto Raya, atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai kepedulian sosial.
Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa dan kepolisian menjadi contoh baik dalam membangun kepedulian bersama terhadap masyarakat.
Kolaborasi dan Semangat Kebersamaan
Sekitar 70 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara mahasiswa dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua Umum IMM Mojokerto Raya, yang akrab disapa Hafid, menegaskan pentingnya penguatan organisasi melalui nilai-nilai kolaborasi.
“Hal ini penting untuk dilaksanakan, mengingat hari ini organisasi perlu diperkuat melalui semangat kebersamaan dan kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Selama bulan Ramadan, IMM Mojokerto Raya merencanakan dua kegiatan bakti sosial. Kegiatan pertama telah terlaksana di Panti Asuhan Muhammadiyah Meri, sementara kegiatan kedua direncanakan berlangsung di Panti Asuhan Muhammadiyah Dlanggu.
Saat ini, seluruh kader dan pimpinan PC IMM Mojokerto masih terus mengupayakan penggalangan dana demi menyukseskan agenda tersebut.
Bergerak dan Berdampak untuk Indonesia
Melalui kegiatan ini, IMM berharap tema milad yang diusung tidak sekadar menjadi slogan, melainkan benar-benar menjadi gerakan kolektif.
Organisasi yang telah berusia lebih dari enam dekade ini diharapkan tetap berpijak pada khittah perjuangan dan nilai-nilai keberpihakan kepada masyarakat.
Realitas ketimpangan sosial yang masih terjadi menjadi pengingat bahwa mahasiswa tidak boleh berjarak dari masyarakat.
Kurangnya kedekatan dengan persoalan sosial kerap membuat mahasiswa tidak memahami problematika riil yang dihadapi warga.
Karena itu, IMM Mojokerto Raya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Dengan semangat “Bergerak dan Berdampak untuk Indonesia” IMM diharapkan tidak hanya besar secara jumlah, tetapi juga besar dalam nilai, kontribusi, dan kebermanfaatan bagi umat dan bangsa.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments