MI Muhammadiyah 21 Kapas Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadan Baitul Arqam bagi seluruh guru dan karyawan pada Kamis (12/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut menghadirkan dua narasumber dari Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro dengan tema kajian yang berbeda.
Tidak hanya terhadiri oleh guru dan karyawan MI Muhammadiyah 21 Kapas, namun tampak turut hadir berbagai stakeholder pada kegiatan ini.
Di antaranya Ketua Komite sekolah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kapas, Ketua Majelis Dikdasmen PNF, dewan guru MTs, para ustadz pondok, guru TK ABA, serta wali murid.
Bahas Macam Sujud hingga Ideologi Muhammadiyah
Narasumber pertama, Ketua Majelis Tarjih PDM Bojonegoro Ustadz Luqman Hakim Lc MA menyampaikan materi bertema Fiqih Shalat dan Macam-Macam Sujud.
Dalam pemaparannya beliau menjelaskan pentingnya memahami tata cara shalat sesuai tuntunan yang benar serta mengenal berbagai jenis sujud dalam ibadah. Seperti sujud sahwi, sujud syukur, dan sujud tilawah, agar ibadah semakin sesuai dengan tuntunan syariat.
Sementara itu, narasumber kedua, Tim Ahli Majelis Tarjih PDM Bojonegoro Ustadz Drs Moh Niam menyampaikan materi tentang Ideologi Ber-Muhammadiyah dalam Ibadah dan Sosial Kemasyarakatan.
Ia menekankan pentingnya memahami nilai-nilai ideologis Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam praktik ibadah maupun dalam aktivitas sosial kemasyarakatan.
Harapan Kepala Madrasah
Kepala Madrasah, Muhammad Yusron MPd dalam sambutannya menyampaikan tujuan kajian Ramadan ini. Ia berharap, kajian ini mampu memperkuat spiritualitas para guru selain meningkatkan kompetensi profesional mereka.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini para guru tidak hanya mahir dalam ilmu administrasi maupun metode pembelajaran kepada anak. Namun lebih daripada itu kekayaan spiritual hati pada khazanah pengetahuan agama semakin bertambah” terang Yusron.
“Kita juga berharap guru-guru Muhammadiyah melaksanakan amalan ibadahnya berdasarkan Putusan Tarjih Muhammadiyah serta memiliki ideologi yang kuat dalam ber-Muhammadiyah” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Komite MI Muhammadiyah 21 Kapas, H Subchi Sudibyo juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan terselenggara oleh sekolah ini.
“Saya sangat mendukung kegiatan anak-anak mulai dari jamaah rutin, baik shalat dhuha maupun shalat dhuhur di masjid hingga kegiatan kajian seperti ini” tegasnya.
“Semoga ke depan kualitas sumber daya manusia para guru semakin baik” ujarnya yang juga menjabat sebagai Bendahara Ta’mir Masjid At Taqwa Kapas.
Santunan untuk Anak Yatim
Di sela-sela acara sebelum kajian Ramadan dimulai, pihak madrasah juga menyalurkan santunan kepada siswa yatim piatu yang bersekolah di MI Muhammadiyah 21 Kapas.
Total dana santunan yang diberikan kepada tujuh anak yatim piatu mencapai Rp7.045.000,00. Dengan rincian, Rp5.645.000,00 berasal dari penggalangan dana seluruh siswa dan Rp1.400.000,00 dari donasi hamba Allah.
“Kita berharap uang ini bermanfaat untuk masa depan anak-anak karena ada yang diterimakan secara tunai dan ada juga yang disisakan untuk ditabung” ujar Kepala Madrasah, Muhammad Yusron MPd.
Melalui kegiatan Kajian Ramadan Baitul Arqam ini, harapannya para guru dan karyawan dapat semakin memperkuat pemahaman keislaman. Serta, mempertegas ideologi Muhammadiyah dalam menjalankan tugas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments