
PWMU.CO – Menilik keakraban jamaah Pengajian Ahad Pagi (PAP) Khoirunnas Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muncar yang berlangsung di masjid Darul Hikmah yang berlokasi di depan SMP Muhammadiyah 10 Muncar Banyuwangi, Ahad (22/6/2025).
Pagi ini cuaca di Kecamatan Muncar sangat sejuk. Karena tadi malam wilayah kota pelabuhan ujung Timur Banyuwangi dan sekitarnya itu diguyur hujan deras. Pukul 5.50 Wib panitia terlihat menyiapkan sarana prasarana dan tempat pengajian. Seperti sound sistem, karpet alas duduk jamaah, dan meja pengajian untuk penceramah.
Untuk kelancaran pelaksanaan pengajian, maka panitia PAP membagi jamaah ke dalam dua bagian. Untuk jamaah laki-laki menempati bagian ruangan tengah masjid. Sedangkan untuk jamaah perempuan menempati bagian serambi yang berada di depan dan kanan masjid.
Sebelum pengajian dimulai, beberapa jamaah terlihat berbincang sangat akrab, sambil menyeruput teh hangat yang dibawanya dari serambi depan masjid. Mereka adalah Mustofa, Soni, dan Riyanto.
Riyanto adalah salah seorang jamaah yang berasal dari Desa Kumendung yang berjarak kurang lebih 4 km dari tempat pengajian ini. Ia mengajak jamaah yang lain ke rumahnya.
“Monggo (mari) singgah ke rumahku setelah pengajian ini,” ajaknya.
Tepat pukul 6.00 pengajian dimulai. Sebagai penceramah Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi. Dengan mengusung tema pentingnya dakwah melalui media sosial.
Intinya, penceramah mengajak kepada jamaah agar terus giat mendakwahkan kemuliaan ajaran Islam sesuai kemampuannya yang dimiliki dengan memanfaatkan media sosial. Seperti tiktok, facebook, instagram, ataupun youtobe. Karena jangkauan dakwahnya lebih luas dan objek dakwahnya pun lebih banyak jika dibandingkan dengan dakwah konvensional yang dilakukan melalui mimbar.
Pengajian yang berdurasi selama satu jam itu berlangsung dengan lancar. MC menutup pengajian dengan membaca hamdalah. Sebelum pulang, jamaah beramah-tamah antara satu dengan yang lain. Begitu terasa suasana keakraban menyelimuti jamaah pengajian, sambil menikmati hidangan tradisional yang telah disiapkan panitia. Seperti singkong goreng, talas rebus, dan pisang goreng. Setelah itu, jamaah pulang ke rumahnya masing-masing dengan ceria.
Penulis Taufiqur Rohman Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan





0 Tanggapan
Empty Comments