Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menilik Khidmatnya Pondok Ramadan ala MIM Takerharjo

Iklan Landscape Smamda
Menilik Khidmatnya Pondok Ramadan ala MIM Takerharjo
Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Takerharjo Solokuro Lamongan saat mengikuti Pondok Ramadan, Selasa (06/03/2026). (Mushlihin/PWMU.CO).
pwmu.co -

Pondok Ramadan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Takerharjo Solokuro Lamongan bertema menjalin ukhuwah untuk meraih berkah di bulan suci.

Pada Selasa (06/03/2026), para siswa berdatangan ke musala Al-Ilham pukul 19.00 WIB. Siswa yang diberi tugas sebagai muazin mengumandangkan azan isya.

Adapun siswa lainnya menjawab azan. Beberapa guru mendampingi siswa. Di antaranya Adnan Qohar, Sumikan, Hariyono, Saiful Musafichin, Mushlihin, Maftuh Afnan, Ali Fuad, Abdullah dan M Sukarno.

Selanjutnya, siswa dan guru salat qabliyah. Lalu muazin iqamah. Imam dari guru mengatur barisan mendirikan salat isya’. Imam takbir diikuti makmum hingga salam.

Setelah itu jamaah salat iftitah dua rakaat sendiri singkat-singkat. Lalu imam berdiri memimpin salat tarawih. Polanya 4-4-3, yaitu empat rakaat salam, empat rakaat salam ditambah 3 rakaat untuk witir.

Imam bertakbir sambil mengangkat kedua tangan dengan jari jemari merapat. Posisinya sejajar dengan bahu. Makmum bertakbir setelah imam bertakbir dengan sempurna.

Imam juga mengeraskan bacaan agar terdengar oleh makmum yang berada di belakangnya. Hal tersebut dilakukan dari awal sampai akhir Ramadan.

Berikutnya imam membaca subhanal malikil quddus 3x ditambah rabbil malaikati warruhi. Lantas imam memandu kultum (kuliah tujuh menit) dengan penceramah dari siswa.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Penceramah menghadapkan ke arah yang hadir, seraya mengucapkan “assalamualaikum”. Setelah itu Penceramah membaca hamdalah, syahadat, salawat dan satu ayat Al-Qur’an.

Mata penceramah bersinar kemerah-merahan. Suaranya keras. Semangatnya bangkit. Laksana seorang panglima perang yang sedang memberi komando akan kedatangan pasukan musuh yang hendak menyerang pada pagi atau sore hari.

Kultum lebih singkat daripada salat. Sebab, Rasulullah pernah bersabda bahwa seseorang yang memanjangkan salatnya dan memendekkan khutbahnya menunjukkan bahwa ia orang yang pandai.

“Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan pendek khutbahnya menjadi ciri pemahaman yang baik dalam agama. Oleh karena itu, perpanjanglah shalat dan perpendeklah khutbah, dan sesungguhnya di antara bagian dari penjelasan itu mengandung daya tarik”.

Akhirnya penceramah berdoa. Penceramah memohonkan ampun bagi kaum mukminin dan mukminat.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡