MA Muhammadiyah 2 kota Malang menjadi tuan rumah kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM), Selasa pagi (07/10/2025). Kegiatan ini terlaksana oleh pengawas madrasah dari Kementerian Agama Kota Malang, Farid Wajidi Sjaifullah MPd.
Kunjungan ini turut terhadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Kedungkandang, Hamzah Utomo. Pada kesempatan tersebut, Hutomo turut memberikan dukungan penuh terhadap eksistensi madrasah ini.
Dalam agenda penilaian tersebut, Farid Wajidi secara langsung memantau metode pengajaran dua guru jenjang aliyah, yaitu Novita Rizki Yustiani MPd dan Harbatul Ahkam Arrozy MPd.
Evaluasi Efektivitas Proses KBM
Pengamatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas proses belajar-mengajar di madrasah. Selain itu, Farid juga memberikan pengarahan di aula madrasah, di mana ia menekankan pentingnya membangun identitas unik lembaga pendidikan.
“Jumlah siswa banyak atau sedikit, yang utama adalah ciri khas dan brandingnya ke khalayak umum” ujarnya menyoroti bahwa kualitas dan diferensiasi lebih penting daripada kuantitas siswa.
Lebih lanjut, Farid juga mendorong penguatan program hafalan Al-Quran sebagai salah satu program unggulan madrasah. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan tren saat ini di kalangan orang tua.
“Kuatkan program hafalan Quran, karena orang tua masa kini gandrung akan tren itu” tambahnya, menggarisbawahi bagaimana program keagamaan dapat menjadi daya tarik utama bagi calon siswa dan orang tua.
Saran Inovatif Pengawas Madrasah
Lebih lanjut, pengawas madrasah ini memberikan saran inovatif untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun mendatang. Ia menyarankan agar MA Muhammadiyah 2 kota Malang mulai menerima anak berkebutuhan khusus, sebagai bentuk inklusivitas pendidikan.
Tak hanya itu, Farid menekankan perlunya menerapkan kurikulum adaptif yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat siswa. Sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan efisien.
Dalam sesi penilaian, Farid Wajidi turut memeriksa rapor pendidikan milik MA Muhammadiyah 2 Malang, khususnya pada aspek literasi dan karakter peserta didik. Ia menilai bahwa rapor pendidikan memiliki manfaat luas, tidak hanya untuk keperluan akreditasi lembaga.
“Rapor pendidikan bisa digunakan buat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi,” jelasnya, menjadikannya sebagai alat penting dalam mendukung kelanjutan pendidikan peserta didik.
Kegiatan PKKM berakhir sebelum kumandang adzan dhuhur. Kegiatan berakhir dengan doa oleh M.Budiaji MPd selaku pengasuh Pesantren Muhammadiyah al-Munawwaroh dan dilanjutkan sesi foto Bersama pengawas.






0 Tanggapan
Empty Comments