
PWMU.CO – Empat pimpinan dari SD Muhammadiyah 20 Surabaya berkunjung ke SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik pada Kamis (8/5/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SDM 20 Surabaya, Muhammad Ain, menyampaikan bahwa pihaknya ingin melihat sistem digital yang diterapkan di SDMM.
“Sebelumnya kami sudah berkomunikasi dengan tim dari SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Gunung Kidul, Yogyakarta, dan diarahkan untuk melihat ke SDMM,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SDMM, Ria Pusvita Sari MPd, menyampaikan bahwa SDMM baru saja menjalin kerja sama dengan SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Yogyakarta.
“Kerja sama ini terhitung baru berjalan hampir satu tahun ajaran, sehingga kami masih terus menjajaki dan meminta pengembangan terkait aplikasi SDMM Smart School,” ujar Vita, sapaan akrab Ria Pusvita Sari.
Meski demikian, SDMM telah memanfaatkan sejumlah layanan, seperti presensi guru dan siswa, supervisi, penilaian, jurnal mengajar, dan lainnya. Kegiatan ini, lanjut Vita, menjadi momen berharga untuk saling bertukar pengalaman.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan gayeng, dengan kedua pihak aktif berbagi ide serta strategi. Selain isu digitalisasi, salah satu topik menarik yang dibahas adalah Pusat Informasi Sahabat Anak, suatu penghargaan yang baru saja diraih Perpustakaan HACHI SDMM dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI.
Selain itu, implementasi Kurikulum Merdeka turut menjadi fokus utama, dengan pembahasan mendalam mengenai penerapannya secara efektif untuk mendukung pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.
“Saya yakin SDM 20 Surabaya sudah menerapkannya secara menyeluruh, karena termasuk sekolah penggerak,” tutur Vita.
Tidak hanya itu, diskusi juga membahas penerapan disiplin positif di sekolah, yang menekankan pendekatan empati serta penguatan karakter siswa. Transisi dari PAUD ke SD juga menjadi perhatian penting, dengan pembahasan strategi untuk memastikan proses adaptasi anak berjalan lancar dan menyenangkan.
Dalam kunjungan ini, para peserta juga turut berbagi pengalaman mengenai pembelajaran mendalam yang mengutamakan pemahaman konsep secara komprehensif serta pengembangan keterampilan berpikir kritis.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang bertukar informasi, tetapi juga mempererat hubungan antarlembaga pendidikan Muhammadiyah di Jawa Timur.
“Semangat kolaborasi dan inovasi yang terbangun diharapkan dapat terus dikembangkan demi kemajuan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegas perempuan yang juga menjabat sebagai Duta Transisi PAUD-SD Kemdikbud RI.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, semua pihak menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui digitalisasi serta pendekatan yang lebih humanis. Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarsekolah dapat membuka jalan menuju kemajuan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (*)
Penulis Rudi Purnawan Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments