
PWMU.CO – Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas Lamongan, sebagai salah satu Amal Usaha Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan di bidang kesehatan, terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Saat ini, masyarakat Kabupaten Lamongan semakin cerdas dalam memilih fasilitas kesehatan, termasuk di RS Muhammadiyah Kalikapas.
Selain menyediakan layanan medis yang optimal, rumah sakit ini juga berkomitmen memberikan pelayanan berbasis nilai-nilai Islam. Seluruh Civitas Hospitalia diharapkan dapat menjawab tantangan umat dengan memberikan pendampingan kesehatan yang sesuai dengan Qaidah Fiqih serta tuntunan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.
Bertempat di Auditorium RS Muhammadiyah Kalikapas Lamongan, Dusun Kalikapas, Desa Sidomukti, Lamongan, kegiatan pelatihan Fiqih Pasien digelar pada Kamis (30/01/2025). Pelatihan ini diikuti oleh seluruh pegawai, baik tenaga medis maupun non-medis, sebagai bagian dari program kerja Unit Diklat dan Sumber Daya Insani (SDI) RSM Kalikapas.
Pelatihan untuk Meningkatkan Kompetensi Pegawai
Kasubag SDI, Handoko Sulistianto SKep Ns, menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam meningkatkan kompetensi pegawai.
“Sebagai tenaga kesehatan, tugas kami tidak hanya memberikan perawatan medis, tetapi juga memastikan hak-hak pasien sebagai sesama Muslim tetap terpenuhi selama dirawat di rumah sakit,” ujar pria kelahiran 25 Februari 1995 ini.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan pasien dalam beribadah. “Kami berkewajiban mendampingi pasien dalam menjalankan ibadah, terutama shalat, karena kewajiban ini harus tetap dilaksanakan meskipun dalam keadaan sakit,” tambahnya.
Senada dengan Handoko, Direktur RS Muhammadiyah Kalikapas, dr. Romy Hari Pujianto SpB, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Sebagai rumah sakit milik Muhammadiyah, nilai-nilai dakwah harus kita syiarkan kepada pasien dan keluarga mereka selama masa perawatan,” tutur pria kelahiran Malang, 20 Juli 1980 ini.
Ia juga mengingatkan seluruh Civitas Hospitalia untuk saling mengingatkan, baik kepada pasien maupun keluarga pasien, bahwa semua pihak berikhtiar bersama dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Sebelum tindakan operasi, kami selalu mengajak pasien untuk berdoa bersama. Jika pasien memiliki keyakinan berbeda, kami menghormati dan membimbing mereka sesuai keyakinannya. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami dalam memberikan pelayanan yang maksimal,” ungkapnya.
Materi Pelatihan dan Antusiasme Peserta
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Bagian Bimbingan Rohani (Binroh) RS Muhammadiyah Lamongan. Beberapa materi yang disampaikan antara lain bimbingan shalat, fiqih thaharah, talqin pasien, dan komunikasi efektif.
Salah satu peserta, Baharudin Yusuf, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini.
“Kami berharap pelatihan seperti ini dapat diselenggarakan secara rutin dengan materi yang lebih beragam sehingga semakin meningkatkan kompetensi pegawai,” ujarnya.
Suami Ana Elisa ini menambahkan, “Pasien yang datang ke rumah sakit membawa berbagai permasalahan. Kita harus bisa membantu mereka merasa lebih tenang dan nyaman selama perawatan. Jika sudah waktunya shalat, kita ajak keluarga pasien berjamaah bersama. Ini menjadi pembeda sekaligus syiar Muhammadiyah yang mungkin tidak ditemukan di rumah sakit lain.”
Harapan untuk Rumah Sakit Muhammadiyah Kalikapas
“Kami ingin pasien dan keluarganya diperlakukan seperti keluarga sendiri. Pelayanan harus diberikan dengan hati, karena sesuatu yang dilakukan dari hati akan sampai ke hati yang lain,” ujar pria kelahiran 9 Juli 1985 ini saat menutup pelatihan.
Ia pun berharap RS Muhammadiyah Kalikapas Lamongan terus berkembang sebagai rumah sakit yang ramah bagi pasien, memberikan pelayanan terbaik, serta tetap menjadi bagian dari dakwah persyarikatan di bidang kesehatan. “Ini adalah modal utama dalam memberikan pelayanan paripurna kepada pasien,” pungkasnya. (*)
Penulis Gondo Waloyo/AR Nofaldi Editor Wildan Nanda Rahmatullah





0 Tanggapan
Empty Comments