Search
Menu
Mode Gelap

Menjawab Tantangan Global: Kiprah Mahasiswa KKN dan PPL Internasional di Thailand

Menjawab Tantangan Global: Kiprah Mahasiswa KKN dan PPL Internasional di Thailand
pwmu.co -
KKN Internasional

PWMU.CO – Empat mahasiswa dari Indonesia turut serta dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional di Taweewittya Islam School, Pattani, Thailand.

Di antaranya, terdapat tiga dari mahasiswa STIT Muhammadiyah Bojonegoro dan satu mahasiswa STIT Muhammadiyah Lumajang. Pekan pertama KKN dan PPL Internasional berlangsung selama lima hari, mulai dari Senin hingga Jumat (16–20/06/2025).

Pada pekan pertama, kedatangan keempat mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dan penuh antusiasme oleh para guru dan siswa.

Sapaan Hangat Siswa Thailand

Rasa penasaran tampak jelas dari para murid Taweewittya Islam School ketika para mahasiswa duduk di ruang guru untuk pertama kalinya.

Beberapa siswa yang berkumpul di depan ruangan dengan semangat menyapa, “Halo, siapa nama kamu?”. Sebuah sapaan sederhana yang mencairkan suasana sekaligus membuka ruang interaksi budaya yang menyenangkan.

Keempat mahasiswa kemudian mendapat tanggung jawab untuk mengajar berbagai bidang studi. Sabrina mengampu pelajaran Bahasa Melayu, Aqidah, dan Pendidikan Islam.

Di sisi lain, Juwita mendapatkan tugas mengajar Bahasa Arab. Sementara Pandu dan Bintang membantu dalam pengajaran Muthola’ah, Tafsir, Bahasa Arab, dan Fiqih.

Pembagian tugas ini menjadi tantangan tersendiri. Mengingat mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang memiliki karakteristik bahasa dan budaya yang berbeda.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Di hari pertama, kami semua kesulitan dalam hal bahasa. Apalagi saya harus mengajar Bahasa Melayu yang membutuhkan usaha ekstra agar materi bisa tersampaikan dengan baik dan dipahami siswa” ungkap Sabrina.

Namun, kendala tersebut tidak menjadi penghalang bagi mereka. Dengan semangat belajar dan tekad untuk memberi kontribusi terbaik, para mahasiswa ini perlahan mulai memahami ritme pembelajaran dan gaya komunikasi yang digunakan di lingkungan sekolah.

Bagi Bintang, Mahasiswa dari STIT Muhammadiyah Lumajang, kunci keberhasilan dalam mengajar lintas negara adalah membangun interaksi secara konsisten. “Lama-lama kita pasti akan paham bahasa di sini jika kita sering berinteraksi” ujarnya optimistis.

Program ini menjadi pengalaman berharga yang bukan hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat global.

Melalui keterlibatan aktif di kelas, adaptasi budaya, dan semangat kolaboratif, mereka membuktikan bahwa kontribusi nyata dapat bermula dari langkah-langkah kecil yang penuh makna di tanah seberang. (*)

Penulis Sabrina Putri Azzahra, Editor Danar Trivasya Fikri

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments