Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjemput Ampunan di Ruang Publik: Kajian Pra-Ramadan Lazismu Gresik

Iklan Landscape Smamda
Menjemput Ampunan di Ruang Publik: Kajian Pra-Ramadan Lazismu Gresik
Ustaz Rifky Ja'far Thalib meyampaikan kajian (Foto: Lu’luatul Usroh/PWMU.CO)
pwmu.co -

Di tengah lalu lalang pengunjung Icon Mall Gresik, suasana berbeda terasa pada Sabtu siang itu. Riuh pusat perbelanjaan seolah mereda ketika ratusan jamaah duduk bersimpuh mengikuti Gathering Muzakki 2026 yang diselenggarakan oleh Lazismu Gresik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kajian pra-Ramadan dengan tema Menjemput Ampunan di Bulan Ramadan, menghadirkan dakwah yang membumi di ruang publik.

Kajian diisi oleh Ustaz Rifky Ja’far Tholib yang membuka materinya dengan mengajak jamaah merenungi satu hal mendasar: hadirnya seseorang di majelis ilmu bukanlah kebetulan, melainkan pilihan Allah SWT. Di tengah beragam aktivitas—bekerja, berobat, atau urusan lainnya—Allah memilih para jamaah untuk duduk dalam amal terbaik, yakni majelis ilmu.

Mengutip perkataan Imam Ahmad bin Hanbal, Ustaz Rifky menegaskan bahwa ilmu tidak dapat dibandingkan dengan kekayaan, ketenaran, maupun kekuatan. Semuanya akan kalah oleh ilmu jika diniatkan untuk diamalkan dalam rangka beribadah kepada Allah.

Sejalan dengan itu, Sayyidina Ali bin Abi Thalib menyebut bahwa ilmu menjaga pemiliknya, sementara harta justru harus dijaga. Oleh karena itu, nilai ilmu menjadi sangat agung ketika niat mencari ilmu benar dan berbuah amal.

Memasuki pembahasan Ramadan, Ustaz Rifky mengingatkan bahwa bulan suci yang dinanti tinggal menghitung hari. Merujuk pada kitab Lathaiful Ma’arif karya Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali, ia menjelaskan bahwa para sahabat dan tabi’in mempersiapkan Ramadan jauh hari, bahkan sejak bulan Rabiulawal. Persiapan panjang itu membuat mereka telah menuai pahala Ramadan, meskipun secara takdir belum tentu bertemu Ramadan.

Dari sinilah lahir pesan mendalam: jika usia tidak sampai Ramadan, biarkan harta dan amal yang menggapainya. Memulai tabungan sedekah Ramadan sejak sekarang menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual.

Ustaz Rifky memaparkan tahapan persiapan Ramadan yang diibaratkan seperti bercocok tanam. Bulan Rajab adalah masa menanam benih amal, Sya’ban sebagai bulan menyiram dan menjaga agar amal tetap istikamah, sedangkan Ramadan adalah masa panen. Adapun amal utama Ramadan meliputi puasa, qiyamul lail (tarawih), membaca Al-Qur’an, doa, serta ditambah sedekah.

Agar Ramadan benar-benar berbuah ampunan hingga akhir, Ustaz Rifky menyampaikan beberapa kunci penting. Pertama, memperbanyak doa dengan sungguh-sungguh, memohon taufik dan keistikamahan kepada Allah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia mencontohkan doa-doa ma’tsur yang diajarkan Al-Qur’an dan Rasulullah SAW, di antaranya doa agar hati tetap lurus di atas hidayah serta doa yang sering dibaca Nabi SAW: “Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbii ‘ala diinik.”

Menjaga Puasa, Amalan, dan Rasa Syukur

Kedua, menjaga puasa seluruh anggota badan. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan lisan, pandangan, hati, dan perilaku dari dosa. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa puasa tanpa menjaga akhlak hanya akan menghasilkan lapar dan haus semata.

Ketiga, menghidupkan ibadah lahir dan batin. Ibadah tidak hanya dikerjakan sebagai kewajiban, tetapi diupayakan agar menghadirkan kenikmatan ruhani sehingga melahirkan kecintaan dan kerinduan.

Keempat, memperbanyak rasa syukur. Salah satunya dengan anjuran sujud syukur pada malam pertama Ramadan sebagai ungkapan terima kasih karena masih diberi kesempatan bertemu bulan suci, sementara banyak orang lain telah lebih dahulu dipanggil Allah.

Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta menanyakan cara agar puasa terasa lebih bermakna. Ustaz Rifky menjawab dengan mengajak jamaah merenungi orang-orang yang tahun lalu masih hidup, tetapi kini tak lagi berjumpa Ramadan.

Kesadaran akan kesempatan inilah yang seharusnya melahirkan kesungguhan. Puasa juga menjadi sarana menghapus keburukan masa lalu dan memperbaiki masa depan selama dijalani dengan ilmu dan keikhlasan karena Allah semata.

Gathering Muzakki 2026 ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi para donatur Lazismu Gresik, tetapi juga ruang penguatan iman menjelang Ramadan. Di tengah pusat keramaian, nilai-nilai keislaman dihadirkan dengan hangat, mengajak setiap jiwa untuk bersiap menjemput ampunan Allah dengan ilmu, amal, dan doa yang istikamah.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu